Tampilkan postingan dengan label Tips Korek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Korek. Tampilkan semua postingan

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 Untuk Balapan Malam


modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 untuk balapan malamDibuat untuk spek selembaran, tak membuat pacuan Bayu Jason di balapan malam ini hanya menerima lawan dengan spek yang sama pula. Ini modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 untuk balapan malam
“Bisa dibilang ini motor melawan kodratnya, karena terima lawan dari kelas pakingan. Sampai sekarang dari awal tahun ini motor cuma kalah dua kali. Itu pun terpautnya gak jauh lho,” ungkap joki kocak ini sambil menujuk ke arah satu unit Yamaha Jupiter MX jebolan 2008 yang jadi pacuannya.
Padahal menurut Bayu yang sudah cukup lama berkecimpung di balapan malam, tunggangannya kali ini speknya tidak terlalu istimewa ketimbang lawan-lawan mainnya di lintasan lurus 201 m. “Kita bahkan sering dituduh macem-macem deh. Segala maen pakai magic lah, apa lah. Padahal, motor ya begini adanya,” tukas Bayu.
Sampai segitunya ya? Ngemeng-ngemeng ubahan modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 untuk balapan malam,bor?
HEAD SILINDER
Untuk spek terkni, kita langsung aja tanya mekaniknya, yaitu Agus Supriyadi dari bengkel Langit Speed Evolution. Menurut penuturan Agus, di bagian kepala silinder ia hanya mengganti klep bawaan Jupiter MX yang berukuran 19/17 mm (in/ex), pakai kepunyaan Satria F-150 yang berukuran 21/19 mm (in/ex).
http://kimcilbalapyk.blogspot.com/2013/11/modifikasi-suzuki-satria-2011-jakarta.html
Add caption
Untuk noken as, pria asal Purwokerto, Jawa Tengah ini masih mengandalkan kem bawaan pabrik. Namun, dikustom ulang durasinya jadi 280°, baik in maupun ex-nya. “Saya sendiri yang merancang noken as-nya. Sebenarnya ini salah satu rahasia di balik kencengnya Jupiter MX ini,” bisik Agus yang bengkelnya ngendon di Jl. Bendungan Jago Raya RT.07/RW.06, Kemayoran, Jakarta Pusat.
ISI SILINDER
Piston sekarang pakai ukuran 62,99 mm, yang dipadukan dengan stroke standar. Sehingga, kapasitas silinder bengkak jadi 180 cc. Uniknya, tidak seperti kebanyakan motor-motor balap malam yang kompresinya diatur setinggi-tingginya agar bisa minum bensol, Agus justru mengeset kompresi di angka 12,5 : 1. Sehingga, pacuan Bayu hanya butuh oktan 95 atau setara Pertamax Plus sebagai bahan bakarnya. (www.motorplus-online.com)

Mitos Joki Balap Liar Pakai Ilmu Monyet




Mitos Joki Balap Liar Pakai Ilmu Monyet
Sebagai orang timur, masyarakat kita sangat percaya dengan hal-hal yang berbau mistis. Tidak terkecuali para pelaku balap liar. Mereka sangat percaya dengan hal-hal yang berbau supranatural. Salah satunya, mitos joki balap liar pakai ilmu monyet. Yup, mereka sangat percaya ada beberapa joki yang mempunyai ilmu hitam untuk bisa kencang. Salah satunya ilmu monyet. Ada joki yang terlihat seperti monyet saat mereka tanding di atas motor balap liar.
"Mitos joki balap liar pakai ilmu monyet itu percaya tidak percaya. Pinginnya sih tidak percaya. Tapi, saya sudah pernah melihatnya sendiri. Saat tanding dengan seorang joki yang punya ilmu hitam, saya melihat dia berubah menjadi monyet. Waktu itu saya unggul lumayan jauh. Namun ketika menoleh kebelakang, saya liat mukanya penuh bulu seperti monyet. Motornya juga langsung kencang dan menyalip," ucap Ali, joki balap liar asal Cibinong, Bogor, Jawa Barat yang mengaku sakit satu Minggu setelah kejadian tersebut. 
Mitos joki balap liar pakai ilmu monyet memang terdengar seperti itu. Setiap joki yang punya ilmu hitam akan menampakan dirinya seperti monyet saat sedang ngebut di atas motornya. Namun, menariknya tidak semua orang yang bisa melihat penampakan tersebut. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya.
"Kalau mau melihat ada caranya. Kita harus liat secara terbalik lewat selangka kita. Caranya bungkukan punggung seperti mau mencium lutut. Setelah itu geser kaki kiri ke arah kiri dan kaki kanan ke arah kanan. Lewat celah diantara kedua kaki kita itu kita lihat ke belakang ke arah joki. Kalau dia pakai ilmu hitam akan terlihat mukanya seperti monyet," ucap Jon Ceper, joki yang mengaku sukses terapkan trik ini untuk melihat joki yang gunakan ilmu hitam.
Kalau sobat gimana? Percaya dengan mitos ini? (www.motorplus-online.com)

Bikin Pentil Ban Tubeless, Pakai Pentil Ban Dalam Aja, Bro..


Terbukti lebih kuat di arena balap
Bagi sobat yang menggunakan ban tubeless, pentil bagian penting. Salah pilih pentil atau valve, bisa-bisa ban jadi mudah kempis. Malah, ada pentil murah yang tiba-tiba retak atau patah ketika digunakan. Selain bikin repot dan kesal, pentil yang patah juga bahaya bagi kesalamatan. Karena, ban akan kempis mendadak dan membuat tunggangan tidak stabil.
Agar tidak kesal dan bahaya karena salah membeli pentil, sobat bisa aplikasi tips yang biasa digunakan oleh tim balap. Tips ini gampang diterapkan dan terbukti lebih kuat dibandingkan pentil ban tubeless yang mudah ditemui di pasaran.
“Pentil yang biasanya dijual Rp 10 ribuan itu mudah retak dan patah. Di balap umumnya pakai pentil bekas ban dalam. Selain bikinnya gampang, usia pakainya lebih lama,” ucap Nico Julian Chandra, pembalap R9 Racing Team.
Untuk membuatnya, sobat harus siapkan ban dalam bekas dan gunting. Langkahnya, potong bagian pentil ban dalam menggunakan gunting. Potong melingkar mengikuti bentuk karet bagian pentil yang lebih tebal. Sisa karetnya berfungsi untuk menahan angin agar tidak keluar dari dalam ban.
Potong pentil mengikuti bulatan yang ada
Jika sudah terbentuk, sobat ambil sisa ban dalam yang tidak terpakai. Potong berbentuk lingkaran dengan diameter yang lebih kecil. Karet kecil ini untuk dipasang di bagian luar pentil setelah terpasang di pelek.
Proses pemasangannya seperti pentil biasa. Tapi ingat, karet bundar kecilnya dipasang di bawah ring dan mur yang ada di atas pentil. Jadi posisinya terjepit agar bagian ban tetap hampa.
Trik ini dipakai juga loh oleh tester ban FDR saat bertemu emplus di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.(www.motorplus-online.com)

Membuat Paking Mesin, Kalau Kondisi Darurat Bisa Pakai Kalender


Beda bahan tetapi manfaatnya sama
Mengisi waktu libur diakhir pekan, sobat bikers pasti banyak yang iseng mengoprek mesin tunggangan. Karena tidak terbiasa, ada saja barang yang lupa dibeli. Apalagi kalau toko spare part langganan tengah dilanda banjir. Jadi, ribet kan?
Salah satu part yang sering lupa adalah gasket atau paking. Paking punya fungsi untuk merekatkan dua bagian mesin agar tidak terjadi kebocoran. Nah, kalau pakingnya lupa dibeli bisa bahaya sob, pasti terjadi kebocoran di bagian mesin yang dipasang.
“Paking ada 3 macam, ada yang terbuat dari plat, kertas, dan karet. Kalau yang berbahan plat tidak mudah rusak dan bisa dipasang kembali. Model kertas yang rawan sobek saat dilepas,” jelas Rudiansyah yang mekanik RJ Motor di Jl. Raya Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Gunting kertas yang sudah dipola sesuai bentuk dan ukuran
Dari pada pusing mikirin toko suku cadang yang kebanjiran, mending sobat cari alternatifnya. Untuk paking tipe kertas yang sering rusak, sobat bisa buat sendiri. Enggak sulit, cukup cari kardus bekas, atau kertas kalender yang sedikit tebal. Ini bisa digunakan sebagai paking darurat, sob.
Cara membuatnya juga cukup mudah. Sobat tinggal potong kertas tebal yang sudah disiapkan. Sesuaikan dengan bentuk dan ukuran part.
Untuk membuat pola sobat bisa menggambarnya menggunakan pulpen atau pensil. Atau, bisa juga dengan meletakan kertas di atas part lalu dipukul-pukul dengan kunci hingga kertas berbentuk seperti paking aslinya. "Kuat kok, tidak bocor dan berfungsi seperti paking pada umumnya," tutup Rudi. (www.motorplus-online.com)

Tambal Noken As Aus Pakai Ring Seher dan Linner



Ring piston dan linner silinder yang sudah enggak dipakai jangan langsung dibuang. Jangan juga dikiloin ke tukang besi bekas. Kalau sampai begitu sih, silakan baca terus nih tulisan. Pokoknya ring seher atau boring blok mesin bisa jadi barang yang mujarab. 

Mantap abis untuk menambal kem alias noken-as yang sudah aus. Termasuk juga noken-as yang sudah aus karena gesekan dengan pelatuk rocker arm, sebagusnya disimpan. Nanti camshaft yang sudah dianggap enggak dipakai bisa digunakan lagi, lho.

Caranya noken-as yang sudah aus karena gesekan bisa ditambal dengan ring piston atau liner. Penambalannya dengan dilas atau biasa disebut tambah daging. Teknik menambalnya tinggal meniban seluruh bagian kem dari pantat sampai ujung atasnya.

ÔÇ£Dilas aja dulu dengan tambalannya pakai ring seher atau linner. Awalnya tambalan kemnya enggak usah rapi dulu. Yang penting bagian yang sudah aus sudah ditambah daging,ÔÇØ kata Samsuri alias Bule dari ADR Speed di Penggilingan, Jakarta Timur.

Setelah ditambah daging baru deh dirapikan. Enaknya sih kalau punya alat copy kem. Karena setelah ditambal, kem dirapikan di alat copy noken-as. 

Dengan alat copy, kem yang masih sehat bisa jadi patokan untuk noken-as yang sudah ditambah daging. Seandainya enggak ada ya pakai gerinda. Ukurannya tinggal pakai feeling aja.

Seandainya mau simpel tinggal dikasih ke bengkel yang memang ahlinya main kem ubahan. ÔÇ£Kalau materialnya lebih bagus ring seher. Ring piston lebih tahan lama dibanding linner,ÔÇØ urai Bule yang aslinya Betawi Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu

Maksimalkan Performa Honda Blade, Pakai Gigi Rasio Dari Kawahara



Jika seting Honda Blade atau New Blade sobat tak kunjung sempurna, bisa jadi akibat perpaduan gigi rasio yang diusung kurang sesuai. Sehingga, power yang terkirim tidak maksimal.
Sekarang, sobat bisa maksimalkan dengan gigi rasio yang ditawarkan Kawahara Racing ini. Untuk gigi I, usung perbandingan 13/34 mata. Gigi II, 18/29 mata. Gigi III, 20/26 mata. Terakhir, gigi IV usung perpaduan 23/25 mata.
Harga yang ditawarkan Rp 1,5 juta, silakan tebus di JP Racing Kawahara di Jl. Cendrawasih No. 6E-F, Jurang Mangu, Kp. Sawah, Ciputat, Tangerang. Telp. (021) 744-0667. (motorplus-online.com)

Upgrade Performa New Honda Blade, Bisa Tembus 140 Km/jam!


Power tembus 13,47 dk saat didyno
Judul di atas bukan mengada-ngada. Tadinya Yudi Hermawan juga tidak menyangka kalau New Honda Blade keluaran 2012 miliknya bisa lari segitu. Padahal sebelumnya boro-boro bisa menyentuh 120 km/jam. Kini, Em-Plus sendiri sempat nyobain. Lari 125 km/jam, gas masih sisa banyak.
“Pertama bore up pakai piston 53 mm, larinya masih kurang galak dan rpm gak bisa teriak tinggi. Malah langsamnya tak stabil dan suka tersendat pas waktu gas dipelintir dalam,” tutur warga Calung VI, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat ini.
Pria yang juga PNS Pemda DKI ini curhat panjang lebar. Termasuk soal suara mesin yang terdengar agak kasar. Em-Plus pun menyanggupi untuk melihat dan memperbaiki settingan mesinnya.
Ketika bongkar head cylinder dan blok silinder, Em-Plus mendapati kem sudah kena papas sana-sini. Tetapi tampak kurang rapi. Lalu, dinding liner dan badan piston terlihat baret-baret.
Akhirnya diputuskan gedein volume silindernya sekalian untuk dijejali piston NPP buat Kawasaki Kaze oversize1,50 (54,5 mm) yang tinggi dome-nya diatur ulang sekitar 1,5 mm. Sehingga kapasitas mesin yang semula 122,6 cc melonjak  jadi 129,64 cc.
Penyesuaian dilakukan, diameter kubah dibesarkan sesuai diameter piston. Kubah head juga dikerok agar kompresi tak terlalu tinggi. Sementara kemiringan dan lebar squish dibikin mirip standar. Kala diukur, rasio kompresi mesin main di 9,7 : 1. Masih bisa deh minum Premium.
Kem lama diganti. Tapi, profilnya dibentuk ulang meniru kem Blade generasi lama pacuan MP4 yang ada di bengkel bubut FoutyOne yang beralamat di Jl. Tole Iskandar, di Depok. Tetapi tinggi angkatan kem dibikin hanya sekitar 6,3 mm.
Profil kem dibuat ulang buat dapatkan durasi lebih lebar. Sehingga asupan gas makin deras ke ruang bakar. Selain itu biar hasil pembakaran terbuang lancar. Itu masih ditambah dengan melakukan porting pada saluran masuk dan buang. 
Langkah berikutnya, venturi karbu standar digedein sedikit dengan cara dikorek mata bor. Lalu, spuyer diganti dengan yang lebih gede dari standar. Namun main jet-nya hasil rojokan dari bawaan karbu, karena kebetulan enggak dapat ukuran yang diinginkan. Sedang pilot jet pakai 35.
Silencer Nob1 New Mega Pro, lehernya custom
Selanjutnya, celah klep in dan ex masing-masing disetting 0,9 mm dan 0,10 mm. Knalpot free flow lama, diganti pakai hasil customSilencer-nya pakai produk Nob1 buat New Mega Pro, sementara leher knalpotnya hasil custom dengan diameter sedikit lebih gede dari bawaan motor. Pipa yang menuju ke silencer dibikin bertingkat dengan diameter lebih gede dari leher.
Pada sektor pengapian, CDI diganti pakai BRT Power Band untuk mengejar timing pengapian yang lebihadvance serta tanpa limiter. Busi pakai tipe iridium keluaran Denso dan koil diganti produk Protec Carspeed. 
Saat iseng-iseng didyno di bengkel Ultraspeed Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, power maksimum terukur sebesar 13,47 dk/ 9.170 rpm. Sedang torsi puncak tembus 10,99 Nm/ 7,713 rpm. Power dan torsi standar berdasarkan data pabrikan cuma 8,4 PS (8,45 dk) / 7.500 rpm, dan torsi 0,83 kgf.m (8,14 Nm)/ 5.500 Nm. Lumayan kan, naik 5 dk dan 1,18 Nm! (motorplus-online.com)
Torsi (Nm)

Rpm               Power (Hp)             Torsi (N-m)

5.500            3,576                        4,612    
6.000            7,844                        9,304    
6.500            8,856                        9,658    
7.000            10,45                        10,61    
7.500            11,53                        10,94    
8.000            12,28                        10,9    
8.500            12,94                        10,83    
9.000            13,46                        10,55    
9.500            13,41                        10,05    
10.000          12,9                          9,134    
10.500          11,56                         7,819

Geser Timing Kem Honda CBR 250R, Ampuh Membuat Power Naik Sebanyak 2 dk



Bukan sulap bukan sihir. Hanya dengan geser timing buka-tutup kem expower Honda CBR 250R bisa terkoreksi hingga 2 horse power (hp). Itupun masih pakai kem standar loh, tanpa dibubut. Wahkok bisa ya?
Ini hasil riset bengkel Ultraspeed Racing (USR) di Jl. Panjang No.1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dibuktikan pada CBR nopekgo milik Ferry dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang sudah dibore up jadi 300 cc pakai paket bore up Kawahara Racing berbahan nikasil.
Bila sebelum geser timing kem ex, saat didyno tembus sekitar 31,18 hp. Tapi, setelah digeser, langsung terkerek naik jadi 33,15 hp. “Bisa juga diterapkan pada CBR 250R standar. Sudah beberapa kali kami coba di motor konsumen, power bisa naik 1 – 2 dk,” beber Freedy Gautama, punggawa USR.
Torsi maksimum juga ikut terkoreksi, walau tak banyak. Yang semula terukur 29,16 Nm di putaran 7.181 rpm, naik jadi 29,54 Nm di putaran yang lebih rendah. Yakni 6.900 rpm. Tapi, kalau dilihat dari grafik dynonya, mulai dari rpm 7.100-an hingga 11.00 rpm, torsi berhasil terkoreksi lebih tinggi.
Trik ini kata Freedy sebenarnya warisan dari mantan chief mekanik USR, yakni Nico Suhardi. “Waktu masih sering ikutan balap, Nico terapin cara ini. Efek yang didapat selain power dan torsi naik, rpm bisa teriak lebih tinggi,” jelas Freedy.
Penggeseran timing buka-tutup kem ex yang dilakukan tak banyak. “Cuma geser 5° lebih mundur dari standarnya. Boleh juga sampai 10°. Tergantung dapat hasil yang maksimal di berapa derajat,” terang Opik, mekanik USR yang bertugas menangani mesin CBR 250 milik Ferry.
Ente penasaran kan pengen tahu timing buka-tutup kem ex-nya? Oke, kalau spesifikasi standar pabrikan, kem ex itu membuka 40º BBDC atau sebelum titik mati bawah (TMB) dan menutup di 0º TDC atau pas di titik mati atas (TMA).
Nah, oleh Opik timingnya digeser mundur 5º jadi membuka di 35º sebelum TMB. Otomatis, nutupnya ikutan mundur 5º, yakni jadinya menutup 5º sesudah TMA. “Geser timing kem ex-nya, dengan cara menggeser sedikit gigi sentrik kem ex-nya searah jarum jam,” tukas Freddy.
Tentunya gigi sentrik kem ex terlebih dulu dilepas. Namun sebelumnya ditandain posisi awal atau standarnya. Baru deh dipasang kembali lewat cara pemuaian sesak alias dipress, dengan posisi sudah digeser sekian milimeter. Untuk memastikan penggeserannya sudah sesuai atau belum, kem ex dipasang lagi di head silinder, lalu di-dial ulang.
Secara logika, bila bukaan klep ex lebih mundur, otomatis ledakan yang tercipta di ruang bakar tidak cepat terbuang. Sehingga tekanan mendorong piston ke bawah (TMB) masih kuat. Tapi begitu dilepas ke luar exhaust, lantaran menutupnya setelah TMA, maka gas buang lebih maksimal disalurkan ke exhaust. Makanya torsi dan powernya lebih nendang. Mau coba?  (motorplus-online.com)
Hasil dyno setelah geser timing kem ex

Rpm                    Power (Hp)                Torsi (N-m)

6.900                    28,63                        29,54    
7.000                    29,3                          29,53    
7.500                    31,08                        29,29    
8.000                    32,36                        28,66    
8.500                    32,89                        27,55    
9.000                    33,1                          25,95    
9.500                    33,15                        24,86    
10.000                  32,36                        23,02
10.500                  31,14                        21,18
11.000                  28,29                        18,33

Hasil dyno sebelum geser timing kem ex

Rpm                       Power (Hp)              Torsi (N-m)

6.900                    27,06                        28,08   
7.000                    28,71                        29,13   
7.500                    30,13                        28,6   
8.000                    30,81                        27,56   
8.500                    31,18                        25,99   
9.000                    30,55                        23,96   
9.500                    29,63                        22,33   
10.000                  26,03                        18,38
10.500                  19,9                          12,5

Modifikasi : Suzuki Satria 2011 Jakarta Durasi Kem Sengaja Dibikin Lebih Rendah




Dunia balap liar Jakarta Timur pasti tahu Suzuki Satria geberan Tompel. Sebelum dikalahkan Jupiter MX korekan Hawadis, dulunya bejaban. Untuk geber di trek 500 meteran, durasi kem dibuat rendah. Mirip korek jalanan.
Untung dari Fokus Maju Motor mematok durasi klep isap membuka 24 sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 50 setelah TMB (Titik Mati Bawah). Sedangkan klep buang membuka 49 sebelum TMB dan menutup 27 setelah TMA.
Kalau dijumlahkan, durasi klep isap hanya 254 dan klep buang 256°. Lumayan kecil untuk ukuran motor balap liar dengan trek 500 meter. Motor balap dengan trek lebih pendek aja rata-rata di atas 265 atau bahkan sampai 270°.
Mengakali durasi bukaan klep yang rendah, Untung kasih final gir yang berat. Gir depan 16 dan belakang 38. Selain itu juga diimbangi dengan rasio kompresi yang lumayan rendah. Agar napas mesin tidak mudah abis.Rasio kompresi hanya dibuat 11 : 1.
Karakter gir berat dan rasio kompresi rendah menguntungkan di balap liar. Napas mesin yang panjang cocok untuk trek 500 meter. Bandingkan dengan balap resmi dengan trek panjang hanya 200 meter.
Namun di balap liar kelas bebasan membolehkan kapasitas silinder didongkrak besar. “Untuk itu piston menggunakan milik Yamaha Scorpio yang 70 mm,” jelas Untung dari markasnya di Jl. Layur No. 24, Jakarta Timur.
Ukuran lubang pen seher Scorpio 16 mm. Pas dipadukan dengan setang seher Yamaha RX-Z yang terpasang. Maksud penggunaan setang RX-Z juga agar bisa menggeser posisi big end keluar banyak. Agar didapat strokeatau langkah seher 62 mm.
Kini kapasitas silinder lumayan bengkak. Jadi 238,5 cc atau digenapkan jadi 240 cc. Bengkaknya kapasitas silinder besar, dibutuhkan gas bakar yang gede juga. Untung pasang klep besar milik Suzuki Thunder. Ukuran klep isap 25,5 mm dan klep buang 22,5 mm.
Lubang isap dibuat 30 mm kemudian makin ke dalam membesar. Sedangkan lubang buang dibuat 25 mm sesuai dengan diameter lubang pipa knalpot yang dicomot dari merek AHM Malaysia.
Selain itu gas bakar diimbangi dengan karburator gede. “Dipilih Keihin PJ 34 mm. Pilot-jet 52 dan main-jet132,” jelas Untung yang juga ikut balap resmi.
Sektor pengapian terapkan CDI buatan BRT-Bintang Racing Team. Dipilih yang 24 step.
Untuk memindahkan power yang besar, kampas kopling dipasang 6 lembar. Kampas kopling aplikasi yang asli SGP. Ditekan per kopling RMG yang paling keras. (motorplus-online.com)

Upgrade Performa Honda Scoopy Pakai Premium Naik 3 Dk



Biasanya kalau menerapkan bore up gede, kompresi ikut dinaikkan sehingga harus pakai bahan bakar oktan tinggi. Efeknya, elektrik starter kadang jadi berat putarkan mesin dan aki gampang tekor.

Memang sih power dan torsi yang didapat bisa lebih besar. Namun untuk pemakaian harian, bisa cepat tekor tuh isi dompet dan repot juga kalau harus ngengkol saat mau hidupkan mesin.

Jika tak ingin seperti itu, boleh coba nih ramuan ala Em-Plus di Honda Scoopy keluaran 2010. Bisa juga diterapkan di BeAT atau Spacy karbu. Dijamin selain performa akselerasi melonjak banyak, bisa tetap pakai Premium dan elektrik starter normal kayak standar.

Bore up jadi 128,3 cc, pakai piston Kawasaki Kaze oversize 1,50 keluaran NPP (diameter 54,5 mm). Penyesuaian yang perlu dilakukan bila pakai piston ini, kepala piston mesti dibubut sedikit agar tak mentok head silinder. Tinggi bibir piston ke lubang pen bagian atas, disamakan kayak standarnya Scoopy/BeAT.
Sudut puli primer dibikin 13,5 derajat. Roller pakai 10 gram rata
Lalu, coakan klep juga agak digeser keluar, meniru coakan klep standar. Nah, agar kompresi tak terlalu tinggi, Em-Plus papas rata kepala piston. Trus di head dibuatkan nat tinggi 0,3 mm dan kubahnya digerus sedikit sebatas lubang busi.

Kemudian, lebar dan sudut squish disamakan kayak standar. Hasilnya, setelah diukur, rasio kompresi mesin berada di angka 9,6 : 1. Giliran porting-polish. Agar asupan campuran gas lebih deras ke ruang bakar dan pembuangan gas hasil pembakaran lebih lancar, saluran masuk dan buang dikorek sekitar 0,5 mm.

Selanjutnya main jet di karbu standar dinaikkan 2 step jadi 102 (standar 98). Sementara pilot jet tetap asli bawaan karbu (35). Knalpot diganti pakai produk Nob1 tipe Neo Silent yang pakai sekat di saringannya. Tapi, leher knalpotnya dicustom ulang mengikuti konstruksi atau tekukan leher standar. Itu guna mengejar torsi besar di putaran bawah.

Pada sektor pengapian, CDI diganti produk BRT I-Max 8 step untuk mendapatkan timing pengapian yang lebih advance dan putaran mesin yang lebih tinggi (tanpa limiter). Mapping pengapiannya mengikuti map ke-27 dari I-Max Super Pro. Kemudian, busi ditukar pakai tipe iridium keluaran NGK.
Karbu standar cuma naik main jet 2 step
Nah, untuk dapatkan akselerasi yang cepat dari bawah hingga atas, sudut puli primer diubah jadi 13,5º. Trus rollernya diganti lebih ringan 2 gram dari standar, Dari 12 gram jadi 10 gram. Per CVT diganjal 2 buah ring seher bekas.

Peningkatan performa diukur di atas mesin dyno DynoMite buatan USA. Power standar 6,6 dk/ 9.091 rpm, kini melonjak jadi 9,528 hp atau naik hampir 3 hp. Itu dicapai di putaran lebih rendah. Yaitu, 7.069 rpm. Torsi, dari 6,639 Nm/ 6.445 rpm melonjak jadi 9,598 Nm/ 7.069 rpm.

Lumayan kan? Itu masih pakai kem standar. Jika ganti pakai kem durasi tinggi untuk harian kayak Kawahara K1, power dan torsinya bisa melejit lebih tinggi lagi. Sudah Em-Plus coba, bisa tembus hampir 12  dk. Tapi, bahan bakar Pertamax dan rasio kompresi diset 10 : 1. (motorplus-online.com)
Hasil dyno

Rpm            Power (Hp)                Torsi (Nm)
5.500            3,712                       4,753
6.000            6,811                       7,90
6.500            8,13                         8,976
7.000            9,528                       9,598
7.500            8,85                         8,372
8.000            8,94                         7,963
8.500            8,835                       7,407
9.000            8,376                       6,627
9.500            8,126                       6,086
10.000          5,587                       4,01

Awas, Per Kopling Loyo!



Per kopling ganda bisa menjadi biang keladi masalah
Ada penunggang Honda Vario yang mengeluhkan kondisi CVT berisik saat mesin dipanaskan pada pagi hari. Selain berisik, gejala ini juga disertai getaran di area CVT. Umumnya terjadi saat putaran mesin rendah. Saat mesin bergangsing tinggi, gejala seperti hilang.

“Ini memang masalah yang sering dialami para pengguna Vario. Banyak pelanggan saya yang mengeluhkan masalah ini,” ucap Dedi Rahmat yang mekanik Wah’ny BR Speed.

Masalah ini biasanya lebih banyak muncul di motor yang usia pemakaiannya lebih dari satu tahun. Part-part di dalam CVT biasanya sudah mulai aus, salah satunya per pengikat kopling ganda.

“Per kopling ganda bisa menjadi biang keladi munculnya suara kasar disertai getaran di bagian CVT. Ini karena per sentrifugal sudah mulai loyo,” tambah mekanik yang bengkelnya di Jl. Raya Parung Serab No. 3C, Depok, Jawa Barat.

Pakai per variasi dengan kekerasan 1.500 atau 2.000 rpm

Karena sudah mulai loyo, saat putaran mesin rendah, per tidak bisa mengikat dengan kuat kampas kopling ganda. Padahal di rpm rendah kampas kopling belum mengembang, sehingga muncul suara berisik dan getaran di area CVT.

Solusinya, sobat yang mengalami masalah ini bisa mengganti per kampas kopling ganda dengan yang lebih keras. Ini agar kampas kopling ganda tetap mengikat kencang saat gasingan mesin dalam rpm rendah.

Sobat bisa menggunakan per kampas kopling ganda variasi yang banyak tersedia di pasaran. Gunakan per yang memiliki nilai kekerasan 1.500 atau 2.000 rpm.

“Alternatif lainnya bisa menggunakan per kampas kopling ganda milik Honda Astrea Grand. Pernya lebih keras dibanding milik Vario. Harganya juga murah, hanya Rp 10 ribu untuk satu setnya (3 buah per)," tutup Dedi.(www.motorplus-online.com)

Keruk Puli Buat Dongkrak Putaran Atas



Gunakan pisau keruk agar jalur roller landai dan rata
Edisi lalu, pada tulisan angkat akselerasi Yamaha Mio, sempat disinggung sedikit tentang teknik ‘keruk’. Yup, ini salah satu cara yang banyak dilakukan mekanik, untuk meningkatkan tenaga skubek di putaran atas.
Menurut beberapa mekanik yang kerap melakukan teknik ini. Nama keruk diambil karena proses pembuatannya yang harus mengeruk bagian rumah roller. Nah, buat sobat yang penasaran dengan proses pengerjaannya, monggo disimak.
“Prinsip pengerjaannya, yakni membuat roller mengangkat lebih tinggi pada jalurnya. Makanya, ada sedikit modifikasi yang dilakukan pada rumah roller,” ucap Reno Anggra yang mekanik bengkel Pemula Matic di Jl. H. Usman, Kukusan, Depok, Jawa Barat.
Kalau dilihat pada rumah roller atau puli standar. Jalur main roller hanya sedikit, tidak full sampai atas. Padahal, masih ada ruang yang bisa dimaksimalkan agar roller bisa mengangkat lebih tinggi. Makanya, banyak mekanik yang mengakalinya dengan teknik mengeruk.
Jalur main roller jadi lebih tinggi
Caranya, sobat harus membuat alat keruk menggunakan pisau bubut yang disesuaikan ukurannya dengan jalur roller. Jika sudah ada, sobat tinggal mengeruk lapisan jalur roller hingga landai.
“Agar proses keruk bisa lebih cepat, sobat bisa menggunakan bor tuner untuk mengikis bagian yang lebih tebal. Setelah itu, baru lanjutkan proses keruknya dengan pisau yang telah dibuat,” tambah mekanik yang juga mantan joki drag bike ini.
Tapi, harus diingat sob! Penggunaan mata bor tuner hanya direkomendasikan di awal proses pengerjaan saja.Finishing tetap menggunakan mata pisau keruk. Ini untuk menjaga agar jalur roller tetap landai, sehingga roller bisa naik turun dengan sempurna. (www.motorplus-online.com)

Naik Stroke Suzuki Satria F150, Jadi 220 cc Tanpa Paking



Buat pemilik Suzuki Satria FU150 yang ingin meningkatkan volume silinder dengan naik stroke, ini ada tips mengakali naik stroke no paking. Maksudnya, tanpa paking tebal. Jadi, hanya menggunakan paking standar saja.

"Tidak terlalu sulit kok. Cukup gunakan pen kruk as alias pen bawah yang lebih kecil ketimbang pen kruk as Satria. Yaitu, pakai pen bawah Yamaha RX-King,ÔÇØ saran Achmad Junaidi dari Duffy Duck Motor (D2M).

Pria yang sudah banyak membuat FU150 membengkkan kapasitas mesinnya ini siap berbagi tips. Yang pertama disiapkan, pen kruk as RX-King. Diameter pen bawah milik F150 bermain di 30 mm, maka RX King hanya berdiameter 20 mm.

"Dengan pen yang lebih kecil, maka pen bisa digeser lebih jauh, sekitar 5 ÔÇô 6 mm. Jadi, total stroke naik turun bisa sentuh 12 mm,ÔÇØ bilang Jun, sapaan akrab Junaidi.
Usai menggeser pen kruk as sekitar 12 mm (total), maka total stroke yang diusung F150 sekarang sentuh 60,8 mm. Ya, 48,8 + 12 = 60,8 mm.

Selain mengaplikasi pen bawah lebih kecil, syarat selanjutnya adalah mengadopsi setang seher yang lebih pendek. Dalam hal ini, Jun mengadopsi setang seher milik RX-King yang hanya memiliki panjang 100 mm.

"Lebih pendek sedikit memang ketimbang setang seher FU150 yang 102,5 mm. Pakai setang ini, cukup aman kok,ÔÇØ sebut tunner yang workshop-nya di Jl. Kapin No. 1, RT 08/08, Kalimalang, Jakarta Timur.

Belum cukup sampai situ saja, langkah yang dilakukan agar FU150 mencapai 220 cc no paking. Sobat, juga kudu aplikasi piston yang lebih pendek. Saran mekanik 26 tahun ini, bisa aplikasi piston milik Kawasaki Eliminator.
"Untuk piston ini, bisa pakai yang ukuran 67 ÔÇô 68 mm. Piston ini, mengusung diameter pen piston 16 mm,ÔÇØ timpal Jun. Tetapi saran Jun, pakai yang 68 mm agar mencapai 220 cc.

Bagian permukaan piston, juga butuh dipapas jika sobat terapkan stroke 60,8 mm. Itu agar dome piston tak membentur kepala silinder dan klep. Papasnya, cukup sekitar 2 mm saja kok. ÔÇ£Kalau Cuma terapkan stroke 58 mm, enggak perlu papas kok,ÔÇØ tambahnya.

Itu karena jarak antara permukaan piston dengan kepala silinder masih tergolong jauh. Jadi, aman tanpa perlu dipapas. Lain hal jika aplikasi stroke maksimal (60,8 mm). Tanpa papasan, yang pasti bisa mentok.

"Jangan lupa juga. Ketika dipapas, bikin bentuk ulang coakan di permukaan piston untuk klep. Jadi, makin tak kuatir mentok. Bentuk atau dalamnya coakan juga akan pengaruhi rasio kompresi mesin nantinya," tutup Junaidi.(motorplus-online.com) 

Gigi Rasio Jupiter MX 135 LC, Jadi 6 Speed



Tinggal pasang, tak perlu penyesuaian
Ada yang menarik buat penyuka akselerasi Yamaha Jupiter MX 135 LC. Jika pacuan sobat masih mengusung 5 tingkat percepatan, sekarang bisa dibuat menjadi 6 percepatan. Yaitu, lewat gigi rasio dari Faito ini.

Mau tahu perbandingan tiap mata gigi yang diusung? Gigi I, 13/34 mata. Gigi II, 14/25 mata. Gigi III, 19/26 mata, Gigi IV, 21/25 mata. Gigi V, 21/22 mata dan Gigi VI pakai 22/21 mata.

Part yang dijual Rp 2,5 juta ini sudah termasuk shift drum. Jadi, tergolong bolt on alias tinggal pasang saja. Sobat bisa andalkan part performa ini buat harian atau buat balap. Lebih jelasnya, silakan kontak PT Faito Racing Indonesia di telp. (021) 439-00725

Rotor Magnet YZ125 di Yamaha Jupiter-Z, Lebih Murah Dan Presisi


Meski mahal, magnet spesial engine (SE) YZ125 masih jadi andalan di road race atau drag bike. Dengan bobot dan lingkar luar lebih kecil agar putaran mesin jadi ringan.

ÔÇ£Cuma kalau magnet YZ125 hasilnya kadang enggak presisi dan nggak stabil waktu berputar. Makanya saya bikin rotor dari besi khusus yang kemampuannya setara itu,ÔÇØ ujar Hawadis dari HDS Racing di Jl. Swatirta 28, RT 17/09, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Rotor magnet buat Yamaha Jupiter-Z, bentuknya lempengan bundar setebal 12 mm. Tidak seperti mangkuk layaknya YZ125. Tapi, kalau diukur diameternya, antara magnet YZ125 dan produk bikinannya hampir sama.

Yaitu, 75 mm. Kelebihan magnet ini bukan cuma murah, tapi proses bikinnya menggunakan mesin CNC (Computer Numerical Control). Jadi, lebih rapi dan presisi.
ÔÇ£Rotor magnet tersedia buat Jupiter-Z kelas 125 cc dan 110 cc. Untuk 125 cc, bobotnya 450 gram, 110 cc, antara 250-300 gram. Cuma, di rotor magnet 110 cc ada lubang pengurang bobot sekaligus balancer,ÔÇØ tunjuk Hawadis yang bilang part ini dipakai motor Hadi Wijaya dari R9 Racing Team saat tarung di PARRC Seri-1 Sepang, Malaysia. Hadi juara 2 race 1 dan race 2.

Rotor magnet dengan panjang tonjolan pick-up coil sekitar 39 mm, ternyata mudah diaplikasi juga diseting menggunakanan komponen pengapian aftermarket. Contohnya bila pakai CDI BRT Power Max atau produk lain yang sistem DC.

Pasang pulser yang baru juga dihitung masak-masak. ÔÇ£Yang pas buat pulser ada di baut pegangan tensioner bagian bawah. Kita juga sudah siapkan adaptornya dan tinggal pasang,ÔÇØ lanjut pemilik nomor HP 0813-1979-2999 yang jual part ini seharga Rp 700 ribua

Nih Pengaruh Celah Klep Pada Performa dan Konsumsi BBM


Setiap motor, diciptakan dengan celah kerenggangan klep yang berbeda. Kerengganan ini, berpengaruh terhadap konsumsi BBM dan performa mesin. 

ÔÇ£Kerenggangan klep ini sangat penting. Makanya pabrikan memberikan rentang ukuran yang sudah di standarkan sesuai spek engine. Bila mesin masih standar, diharapkan mengikuti anjuran pabrik. Bila tidak, banyak pengaruh buruk yang akan timbul,ÔÇØ kata Titut Winarto, Chief mekanik dari Honda Wahana Artha.

Bila celah terlalu rapat, mesin bakal cepat panas dan akselarasi terlampau kurang alias lemot. Sedangkan saat setingan klep dipaksa renggang, akan timbul suara nyaring di mesin akibat benturan yang tidak normal antara pantat klep dan rocker arm. Agar tepat, sebaiknya seting kerenggangan klep kudu menggunakan fuller gauge. 

ÔÇ£Jangan sampai menggunakan feeling atau dirasa-rasa. Karena satuan yang digunakan adalah milimeter, sehingga sangat kecil,ÔÇØ tambahnya.

Ketidak cocokan setingan klep in dan ex bisa berakibat memperpendek masa pakai dari komponen tersebut. ÔÇ£Selain ikuti celah standar pabrikan, penyetelan dilakukan ketika mesin dingin,ÔÇØ saran Mohammad Haris, kepala mekanik dari dealer Suzuki World.

Misalnya buat Thunder 125, klep in 0,03 - 0,08 dan klep ex 0,08 - 0,13. MegaPro 0,08 (in) dan 0,12 (ex).

Paket Bore Up Yamaha X-Ride, Mudah Jadi 155 cc


Pemilik Yamaha X-Ride yang tidak puas dengan performa mesin standar, pasti sudah coba cari cara untuk upgrade performannya. Yang paling sering dicari adalah paket bore up. Untung, karena basis mesinnya sama seperti Mio J dan Soul GT, piston hingga paket bore up 155 cc untuk dua saudara kandungnya itu pun bisa dipakai. 

Salah satunya adalah paket upgrade performa yang ditawarkan Ultraspeed Racing. Bengkel di kawasan Ciledug, Tengerang ini menawarkan paket plug and play! Paket ini berisi piston Honda Sonic NPP 58,5 mm lengkap dengan ring pistonnya. Blok silinder juga sudah masuk dalam paket, yang ini menggunakan blok silinder standar yang sudah ganti boring dan disesuaikan dengan diameter piston baru.

"Blok silinder standarnya silahkan disimpan, gantinya kami pakai blok silinder standar yang sudah diganti boring. Hasilnya lebih kuat," yakin Freddy Gautama, owner Ultraspeed Racing dari bengkelnya di Jl. Dr. Ciptomangunkusumo no.42, H. Mencong, Ciledug, Tangerang. "Setelah terpasang, squish juga harus dibentuk ulang," sambungnya. 

Kapasitas mesin sudah bengkak, suplai bahan bakar yang dibakar juga harus ditambah. Solusinya, injektor standar diganti dengan keluaran SRP yang mampu menyemprotkan volume bahan bakar hingga 135 cc per menit.

"Sebenarnya dengan injektor standar juga bisa, tapi kurang maksimal. Pembakaran kering kasihan mesinnya. Jadi tetap dianjurkan untuk ganti. Toh dengan ganti injektor dengan kapasitas yang lebih besar, sekaligus disiapkan untuk tahap upgrade yang lebih jauh," beber Freedy sambil meyakinkan kalau knalpot standarnya masih mumpuni untuk dipasang.

Paket ini dibandrol Rp 800 ribu untuk blok silindernya sekaligus piston dan ring piston ukuran 58,5 mm dari NPP. "Harga khusus paket, tidak dijual terpisah," terang Mona, staff Ultraspeed Racing. Sedangkan untuk injektornya tinggal tambahkan Rp 650 ribu dalam daftar budget. (motorplus-online.com) 

Rincian biaya:
Paket Blok Silinder + Piston Kit: Rp 800 ribu
Ongkos bongkar pasang: Rp 150 ribu
Bentuk Squish: Rp 50 ribu
Porting and Polish: Rp 250 ribu

Substitusi Kampas Kopling Satria F-150, Performa Naik dan Awet!


Sobat yang nyemplak Suzuki Satria F-150, ada tips menarik. Alfa Alwiar, mekanik yang bertugas di dealer Suzuki Mahkota Inti Sejahtera Depok, Jawa Barat, punya cara jitu dan simpel buat memaksimalkan kinerja kopling.

Cara ini sebenarnya telah lama muncul. Namun seiring bertambah pesatnya pengguna Satria F-150, trik ini kembali marak. ÔÇ£Ganti aja kampas koplingnya pakai Suzuki RGR 150. Dijamin lebih enak dan entakan lebih terasa,ÔÇØ tandasnya.

Pemasangannya gampang sob, nggak perlu bubut sana-sini untuk aplikasinya. Karena selain ukurannya sama, ketebalan kampas kopling juga sama persis. Jadi, tinggal plek langsung digas lagi tunggangannya.

Menurut si mekanik, kampas kopling milik Suzuki RGR bisa bekerja lebih baik. Karena dirancang khusus untuk mendapatkan traksi lebih buat imbangi karakter mesin 2-tak yang responsif.

Dilihat kasat mata, bahan yang digunakan juga nampak berbeda. Milik RGR tampak lebih rapi dan lebih kuat dibanding milik Satria F. Karena hingga saat ini, kampas kopling RGR masih diimport langsung dari Jepang.
Selain milik RGR, kampas kopling Suzuki TS 125 juga bisa jadi rujukan. ÔÇ£Tetapi, yang sudah-sudah, kampas kopling RGR bisa lebih tahan lama. Paling terasa kalau dipasang di motor korekan, kampas kopling RGR lebih kuat,ÔÇØ ujar makanik yang akrab dipanggil Ocem ini.

Masalah harga, selembar kopling RGR bisa dibeli seharga Rp 59 ribu. Jadi, sobat harus keluarkan kocek berkisar Rp 295 ribu untuk menebus 5 lembarnya.

Sedangkan untuk satu set kampas kopling Satria F-150 buatan lokal, hanya dibanderol Rp 120 ribu. Lumayan, selisih harganya Rp 175 ribu. Tapi sebanding dengan apa yang didapat

Cermat Oversize, Cegah Ngelitik dan Piston Macet



 
Perhatikan saat akan oversize liner silinder. Jika dikerjakan tukang bubut sembarangan, dinding atas-bawah permukaan seher enggak rata alias miring. Dapat timbulkan gejala ngelitik, getar dan piston sering macet. 

Bisa begitu karena ketika seher panas dan memuai, celah yang sempit bikin gerak piston jadi berat dan seret. Apalagi ditambah proses pembesaran liner yang miring.

Makanya ada beberapa syarat penting. Paling dasar, konsumen mesti bawa seher pengganti ukuran lebih besar dari standar berikut blok silinder. Karena seher lama untuk patokan tukang bubut. 

Minta dibuat celah ideal 0,03~0,05 mm. Biar enggak kerja dua kali, periksa kelancaran gerak seher di dalam liner silinder baru. Caranya, seka minyak atau oli di liner dan seher sampai kering. 

Lalu masukkan seher ke lubang liner sambil ditekan perlahan. Bila seher ditekan terlalu paksa, minta ke tukang bubut untuk segara di huning ulang sampai lancar.

Terakhir, lihat celah sekeliling bibir liner yang di dalamnya terdapat seher. Lewat pancaran cahaya, bila sinar disekeliling tidak rata, jangan segan-segan dipoles ulang. Karena tidak timbulnya cahaya, menandakan celah antara seher dengan liner terlalu rapat.