Tampilkan postingan dengan label Karburator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karburator. Tampilkan semua postingan

Mitos Joki Balap Liar Pakai Ilmu Monyet




Mitos Joki Balap Liar Pakai Ilmu Monyet
Sebagai orang timur, masyarakat kita sangat percaya dengan hal-hal yang berbau mistis. Tidak terkecuali para pelaku balap liar. Mereka sangat percaya dengan hal-hal yang berbau supranatural. Salah satunya, mitos joki balap liar pakai ilmu monyet. Yup, mereka sangat percaya ada beberapa joki yang mempunyai ilmu hitam untuk bisa kencang. Salah satunya ilmu monyet. Ada joki yang terlihat seperti monyet saat mereka tanding di atas motor balap liar.
"Mitos joki balap liar pakai ilmu monyet itu percaya tidak percaya. Pinginnya sih tidak percaya. Tapi, saya sudah pernah melihatnya sendiri. Saat tanding dengan seorang joki yang punya ilmu hitam, saya melihat dia berubah menjadi monyet. Waktu itu saya unggul lumayan jauh. Namun ketika menoleh kebelakang, saya liat mukanya penuh bulu seperti monyet. Motornya juga langsung kencang dan menyalip," ucap Ali, joki balap liar asal Cibinong, Bogor, Jawa Barat yang mengaku sakit satu Minggu setelah kejadian tersebut. 
Mitos joki balap liar pakai ilmu monyet memang terdengar seperti itu. Setiap joki yang punya ilmu hitam akan menampakan dirinya seperti monyet saat sedang ngebut di atas motornya. Namun, menariknya tidak semua orang yang bisa melihat penampakan tersebut. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya.
"Kalau mau melihat ada caranya. Kita harus liat secara terbalik lewat selangka kita. Caranya bungkukan punggung seperti mau mencium lutut. Setelah itu geser kaki kiri ke arah kiri dan kaki kanan ke arah kanan. Lewat celah diantara kedua kaki kita itu kita lihat ke belakang ke arah joki. Kalau dia pakai ilmu hitam akan terlihat mukanya seperti monyet," ucap Jon Ceper, joki yang mengaku sukses terapkan trik ini untuk melihat joki yang gunakan ilmu hitam.
Kalau sobat gimana? Percaya dengan mitos ini? (www.motorplus-online.com)

Tambah Karbu PE 28, Power Satria F-150 Ada Peningkatan Cukup Signifikan

Dengan kondisi dipasangkan CDI, koil, dan knalpot racing, Satria F-150 catatkan power maksimal 15,1 hp/10.074 rpm, dan torsinya 12,1 Nm/8.000 rpm. Hasil ini didapat di atas mesin DynoMite buatan Amerika.
Nah, setelah tambah karbu PE 28 ini, Satria F-150 mendapatkan peningkatan power yang cukup signifikan. Peak power langsung melejit jadi 17,05 hp/ 11.278 rpm. Atau melonjak sebanyak 1,95 hp. Namun, torsi justru turun sebanyak 1,03 Nm jadi 11,97 Nm/ 8.427 rpm.
Grafik dyno menunjukan tenaga bisa dikail cepat
Mungkin pengaruh dari setingan spuyer yang belum tepat. Pasalnya, karbu PE 28 yang diaplikasi tersebut, langsung dijejali tanpa lakukan rejeting lagi.
“Spuyer bawaan karbu masih kebasahan,” tukas Freddy A. Gautama, bos Ultraspeed Racing di Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang punya mesin DynoMite. (www.motorplus-online.com)

Intake Karbu Fino Buat Mio, Harga Sama Tapi Punya Kelebihan


Memperlancar aliran gas menuju ruang bakar bisa tempuh berbagai cara. Salah satunya porting polish. Tapi, mengeluarkan biaya lebih. Namun, banyak jalan menuju Roma alias banyak cara untuk perlancar gass speed dan CFM. Untuk Yamaha Mio series, bisa aplikasi intake manifold kepunyaan Yamaha Mio Fino.

Seperti yang dilakukan oleh Dody Irawan, pada motor besutannya Yamaha Mio Sporty untuk kebutuhan race. Intake manifold aplikasi kepunyaan Fino. 

ÔÇ£Bukan tanpa alasan, soalnya permukaan dinding dalam intake manifold Fino punya karakter lebih halus, jadi pasokan bahan bakar lebih lancar,ÔÇØ bilang Dody, panggilan akrab punggawa dari Spongebob Racing itu.

Soal pasang, tentunya enggak bikin ribet dan mesti jungkir balik kaki di kepala kepala di kaki. Pasalnya bentuk dan dimensi intake Fino hampir sama dengan Mio. 

Jadi tinggal bolt on. Harganya juga sama, kisaran Rp 98 ribu. Harga tadi berdasarkan part katalog Yamaha DDS yang ada di Jl. Letjend. Soeprapto No. 402 (Cempaka Putih), Jakarta Pusat.

ÔÇ£Bahan babetan dari kedua intake ini nampaknya juga beda. Kalau diperhatikan bahan intake Fino lebih bagus ketimbang Mio,ÔÇØ papar pria berambut sedikit gondrong yang stay di Jl. H. Sipin No. 1C, Ciledug, Tangerang Selatan. 

Harganya sama, tapi intake Fino punya banyak kelebihan, pilih mana?. (motorplus-online.com)

Karburator PWK28 KX, Jepang, Sudco. Apa bedanya??



Pemirsa, setiap kali ngobrol atau sharing bareng dengan sesama FUers yang sedang mengidamkan peningkatan performa signifikan di Satria FU-nya, saya memang hampir selalu merekomendasikan penggantian karbu standar menjadi karbu skep sebagai prioritas pertama (kalau belum baca silahkan cek artikel 3 Pilar Performa FU dan Karbu dulu vs CDI dulu). Nah, bicara pilihan karbu skep untuk Satria FU, karbu ber-venturi 28 menjadi karbu yang paling laris diadopsi para FUers. Dua nama populer pun mencuat; Keihin PE28 dan PWK28. Karena harganya yang relatif murah, mayoritas pemburu karbu kemudian banyak yang menjatuhkan pilihan pada PE28, saking ngetrendnya sampai sampai karbu ini disebut Karbu Sejuta Umat. weww,,,Da’i kaleee sejuta umat 

Namun sekarang-sekarang ini, ditengah semakin ‘pasaran’nya PE28 diikuti meledaknya peredaran berbagai versi PE28 kw yang makin sulit dibedakan dengan aslinya, membuat banyak pemburu karbu mulai ragu memilih PE28. Akhirnya sebagian dari mereka mempertimbangkan untuk lari dari ‘mainstream’ lalu melirik opsi lain selain PE. Salah satunya dari opsi alternatif ini ya Keihin PWK28.

Karena walaupun lebih mahal, namun kualitas karbu yang sering disebut karbu kuda jingkrak ini punya reputasi bagus keasliannya, mudah disetting, dan performanya dikenal lebih ajib dibanding saudara kandungnya; PE28.

Bagi peminatnya yang sedang kasak-kusuk cari info karbu pwk ini, salah satu informasi yang sering ditanyakan adalah tentang perbedaan beberapa jenis pwk28 yang beredar dipasaran. Ya, dikita memang dikenal ada 3 sebutan untuk jenis Keihin pwk28; yaitu PWK28 KX, PWK28 Jepang, dan PWK28 Sudco. Padahal tak perlu bingung dengan perbedaan sebutan ini, karena semuanya juga sebetulnya adalah produksi Keihin Jepang. Oke, semuanya jepun punya. Tapi kenapa kok harganya beda beda, apakah ada perbedaan karakter diantara ketiga sebutan ini?

Atas dasar itulah, untuk anda yang sedang memburu PWK28, berikut ini saya coba merangkum beberapa informasi tentang ketiga jenis karbu pwk28 yang mudah-mudahan bisa membantu menjawab pertanyaan tersebut diatas. Check it out :

1. PWK28 KX

Setelan Langsam PWK KX di kiri 
Kadang disebut juga pwk copotan kx, karena sejatinya memang Keihin PWK28 ini adalah karbu original motorcross Kawasaki , KX 85cc dan KX100cc, part original ini resminya didistribusikan Kawasaki dengan kemasan Kawasaki Genuine Parts. Ya kurang lebih sama lah seperti halnya produk Keihin PE28 berkardus Honda yang didistribusikan sebagai Genuine Parts nya motor Honda NSR SP. Seorang kawan saya kebetulan ada yang memakai karbu kx ini di FUnya. Diperhatikan fisiknya dari luar, terlihat posisi baut setelan langsam (idle adjuster) dan setelan angin (air screw) dua duanya berada di sebelah kiri (dilihat dari arah moncong karbu). Jarum skep originalnya berkode NAPE.

PWK copotan kawasaki KX

Dulu sempat coba jajalin bawa FU kawan yang pakai karbu KX ini, saat dicoba buka gas mendadak di rpm rendah pun jambakannya galak banget. Mungkin karena memang karbu ini didesain untuk kebutuhan motor trail yang butuh akselerasi spontan untuk menggilas track motorcross. Soal jetting, saya tidak bisa berkomentar banyak. Sekilas tanya-tanya sih sama yang punya motor katanya memang putaran bawahnya agak brebet kalau dibawa pelan atau kecepatan sedang. Tapi bisa jadi karena belum ketemu setingan yang pas saja.

PWK28 KX Genuine Parts

Sebutan ini dimaksudkan untuk karbu pwk28 yang dijual bebas langsung oleh Keihin dengan kemasan (label packaging) Keihin. Kalo saya tidak salah tafsir, istilahnya adalah produk OEM (Original Equipment Manufacturer). Secara fisik, dibandingkan dengan versi kx memang ada perbedaan yang bisa mudah terlihat, yaitu posisi “default” baut setelan langsam (idle adjuster) yang berseberangan dengan letak setelan angin (air screw). Di pwk28 ini, setelan langsam ada di kanan (seperti PE) sedangkan setelan angin ada disebelah kiri (dilihat dari arah moncong karbu). Kenapa saya bilang “default” karena sepertinya memang dari pabriknya disiapkan dua jalur alternative untuk dudukan baut langsam, tapi nampaknya perlu dibbuka dulu lubang jalur disebelahnya kalau si pemakai mau mindahin posisi setelan langsam. Selain itu, ciri pwk ini jarum skep bawaannya berkode JJH.

PWK 28 Jepang Box Keihin
 
Saya dulu pernah punya karbu pwk jepang ini, waktu itu saya beli seken, nomer seri produksi dibadan karbu tertera 29SAOUGS. Saat memakainya di satria FU saya, Karakternya sendiri menurut saya sama saja dengan pwk copotan kx, tidak ada perbedaan yang signifikan. Hanya memang terasa sedikit lebih smooth untuk keperluan harian, jalan pelan, kecepatan sedang atau macet-macetan. Mungkin karena adanya perbedaan di profil jarum skep JJH dengan NAPE. Awalnya agak brebet di bawah, tapi setelah dicoba jetting sendiri bisa hilang brebetnya dan langsam. Kebetulan saya juga punya PE28 saat itu, dan saya akui akselerasi pwk28 ini memang jauh lebih ‘Jingkrak” dari PE28, walau putaran atasnya kalau menurut penilaian saya bisa dikatakan seimbang lah dengan PE28.

PWK28 Jepang

3. PWK28 SUDCO

Untuk yang satu ini rasanya tak perlu diulas lagi. Review lengkapnya sudah saya hadirkan langsung di artikel kemarin tentang Review PWK28 Sudco di si Blackpearl. Singkatnya saja, PWK ini sebetulnya adalah produksi Keihin Jepang juga, namun sebelum dilepas ke pasaran, terlebih dahulu di tuning ulang oleh rumah modifikasi SUDCO USA. Tujuannya tentu saja untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan performa karbu pwk28 ini. Entah apa saja yang dipoles ulang oleh para tuner sudco dijeroan karbu ini, mungkin kepresisian jalur-jalur (sirkuit) didalamnya, nosel, head nosel, dsb. Untuk jarum skep kode nya masih sama JJH. Yang jelas, ketika dirasakan langsung di motor, performanya memang berbeda dengan pwk28 non sudco. Kebetulan saya dulu pernah pinjam pwk28 sudco milik teman selama seminggu dipasang motor saya. Hmmm..atas bawah rasanya memang lebih legitt pemirsa 

Kalo dilihat secara Fisik dari luar, penampakan pwk28 versi sudco sebetulnya sama dengan pwk jepang. Posisi default setelan langsam dan air screw juga berseberangan. Sebagai pembeda hanya terlihat tambahan stiker sudco yang menempel di mangkok karbu dan label besar sudco di box kardus Keihinnya.

Keihin PWK28 Sudco Si Kuda Jingkrak

Nah pemirsa, itulah tadi sekilas gambaran ciri-ciri dan perbedaan PWK KX, Jepang, dan Sudco sejauh yang saya ketahui. Jika memang ada kesalahan dalam informasinya silahkan dikoreksi, maklum saya jarang beli karbu jadi gak terlalu update juga informasinya.
 
Namun sekali lagi perlu digaris bawahi bahwa ketiganya adalah asli buatan Keihin Jepang. Jadi tak usah ragu dengan performa ketiganya. Persoalan mana yang akan anda pilih, saya kira silahkan sesuaikan saja dengan budget anda. PWK28 KX harga barunya dikisaran 1,2 – 1,3 juta. PWK28 Jepang sekitar 1,4-1,5jt. Barang sekennya biasanya dilepas antara 800 – 1,1 juta. Yang paling mahal ya PWK Sudco, dibandrol sekitar 1,7 – 2 juta barunya. Harga sekennya pun tinggi, jarang ada penjual yang mau melepas dibawah 1,2 juta. Beberapa peminat ada juga yang memilih PWK KX supaya lebih murah lalu mengganti jeroan nya dengan performance Kit SUDCO yang bisa dibeli terpisah untuk mengupgrade performanya.

Walau gambaran yang saya berikan mungkin hanya sedikit dan dangkal informasinya, tapi mudah-mudahan setidaknya dapat bermanfaat untuk pemirsa yang sedang giat berburu karbu si kuda jingkrak ini.

Karburator keihin PWL 28



Karburator keihin PWL 28

Karburator keihin PWL 28
Keihin PWL 28 ini masih sama dengan pwl 26 yang sebelumnya pernah kami revew disini, dan yang membedakannya adalah ukuran venturinya yang lebih besar 2mm, karbu pwl 28 sangat cocok untuk yang ingin memodif ninja 150 nya menjadi lebih bertenaga secara praktis.
Selain itu untuk motor-motor korekan harian kelas cc dibawah 150 juga sangat bagus memakai karbu keihin pwl 28 ini. sebagai contoh, peningkatan tenaganya adalah CS1 standard hanya diganti karbunya memakai pwl 28 ini, sudah bisa mengalahkan FU standard + knapot racing.
Selain itu untuk ketersediaan sparepart karburator masih sangat banyak di pasaran, karena masih satu tipe dengan PWL 26 standard ninja 150cc.
Keihin PWL 28 review

Karburator Keihin PE 24



keihin pe24

keihin pe24
Karburator keihin PE 24 merupakan karburator standard bawaan honda nova dash dan LS 125, Di Indonesia kita banyak menjumpai keihin PE 24 ini digunakan untuk roadrace, kelebihan dari keihin PE 24 ini adalah ukuran venturinya  yang lebih besar daripada kebanyakan motor bebek di Indonesia, dan ukurannya masih tidak terlalu besar, sehingga untuk kebutuhan bebek underbone yang beredar di Indonesia dimana rata-rata ber cc 100-125 sudah sangat ideal.
Selain itu karburator keihin PE 24 masih menggunakan sistem yang konvensional sehingga gampang sekali dipelajari dan di seting, bahkan untuk modif venturi seperti reamer pun bisa leluasa dilakukan.
Ada 2 macam keihin PE 24 yang beredar saat ini, perbedaannya ada pada choke nya, yaitu choke model kabel, dan choke model tuas, jika karburator ini dpasangkan pada motor yang digunakan sehari-hari, lebih praktis memakai yang sistem choke kabel, tetapi jika motornya emang diseting untuk race only, biasanya pakai yang choke nya sistem tuas. perbedaan ini hanya sebatas choke nya saja, tidak ada perbedaan lain seperti performa yang dihasilkan, kemudahan seting dsb..
Detail keihin PE 24
Detail keihin PE 24
Karburator keihin PE 24 ini sangat cocok dipasangkan di yamaha mio standard yang ingin lebih spontan tarikannya, karena PE 24 ini menggunakan sistim skep manual, tidak seperti bawaan mio yang menggunakan sistim vakum, kebanyakan pengguna mio mengganti karburatornya dengan karburator RX king yang mana venturinya 26, ini akan sangat menyulitkan proses setingnya, lain halnya jika menggunakan PE 24.
Tinggal samakan ukuran pilot jet dan main jetnya dengan bawaan yamaha mio standardnya, atau coba kombinasi 35/100 atau 38/104 dijamin larinya jadi mak nyoss, jauh dari standarnya.. 
Berikut ini ukuran Pilot jet dan main jet yang tersedia untuk produk keihin, naiknya per3 angka, kecuali dari angka belakang 8 ke 0
Pilot jet : 32 – 35 – 38 – 40 – 42 – 45 – 48 – 50 – dst
Main jet : 110 – 112 – 115 – 118 – 120 – 122 – dst

Cara setting angin karburator yang baik dan benar



Pada dasarnya setting angin sepeda motor standar pabrikan tidaklah terlalu sulit, kecuali udah injeksi Tapi untuk orang awam saat setting angin Karbu motor biasanya hanya diputar-putar baut setelanya saja tanpa mengetahui apakah settinganya itu sudah pas untuk motornya atau tidak. 
Ada beberapa cara setting angin karburator yang baik dan benar.
Cara setting angin karburator yang baik dan benar
1.Pada saat kondisi mesin dingin.
Pada saat kondisi mesin dingin, ada benarnya juga menyetting angin karburator agar pada saat pagi hari atau mesin dalam kondisi dingin. Saat diputaran RPM rendah atau pemanasan suara mesin agar tak mbrebet .Sering dijumpai pula pada motor jaman sekarang hampir gak ada motor yang pada saat kondisi mesin dingin suara mesin gak mbrebet .
Cara settingnya :
-Nyalakan motor dan putar setelan stasioner sampai keputaran mesin yang terasa mbrebet.
-Kemudian putar setelan angin karburator kekanan sampai terasa mesin ingin mati.
-Setelah itu putar kekiri sampai suara mesin tertinggi atau putaran mesin tak mbrebet.
-Turunkan putaran stationer ke putaran mesin yang anda ingin kan.
(+)kelebihan setting karburator dikondisi mesin dingin ini biasanya menghilangkan mbrebet ketika dipagi hari.
(-)kekurangan nya yaitu ketika mesin panas dimungkinkan stationer atau putaran mesin menjadi lebih tinggi .
2.Pada saat kondisi mesin panas.
“Turunkan putaran stationer ke putaran mesin yang anda ingin kan”.
Sebenarnya bukan putaran mesin yg kita inginkan, tapi dengerin suara mesin yg terus naik seiring putaran setelan angin berlawanan jarum jam, pada saat terus meninggi maka ada saat dimana suara mesin akan turun, nah disitulah kita bisa tentukan mau setel basah / kering.
basah=pada saat kondisi mesin terkencang.
Kering=pada saat mesin turun dr naiknya RPM setelan angin sebelumnya.
 Perlu banyak latihan agar bisa mengerti kebutuhan mesin motor kita, jangan lupa cek busi sebagai indikator kekeringan / kebasahan setelan karburator.
(+) Kelebihan setting disaat kondisi mesin sudah berjalan atau panas membuat mesin dalam kondisi prima saat kondisi apapun.
(-)Kekurangan nya yaitu jika setelan stationer terlalu rendah maka dipagi hari motor juga susah stationer.Karena saat mesin dingin ruang pembakaran belum sepenuhnya terisi campuran bahan bakar.

Perbedaan Karburator Racing

Assalamualaikum, brother.
Udah lama gak nulis blog setelah persiapan mau UNAS hingga mau pengumuman baru sempet deh, doain lulus yah bro.
Kali ini saya akan membahas Perbedaan Karburator Racing dan Tips Memilih Karburator tentunya sesuai kebutuhan dong.


1. Pertama kita akan membahas Karburator Sejuta Umat yaitu PE Series bro, kenapa saya sebut Sejuta Umat ? Karena karburator ini termasuk paling ekonomis dan paling mudah disetting.
Ukuran PE 24-38 yaitu PE 24, PE 28, PE 38. Bagi penyuka kecepatan, cocok untuk harian maupun balap drag motor bebek 105-125cc maupun kelas skutik bore up hingga 200 cc karena kemampuannya untuk direamer menjadi 31mm dan Sangat cocok untuk yang menginginkan top speed dan turing dalkot maupun lukot bro.Ciri-cinya:
-skep dari ukuran 20-38 mm.
-setelan stationer warna hitam(sudco)
-setelan stationer kuning (NSR SP)
-skep bulat berlapis krom
-performa tarikan bawah dan atas bagus
-untuk venturi 28 mampu direamer hingga 31 mm
-setting PJ MJ nya mudah
-irit bahan bakar

2. 
Yang kedua adalah karbu PJ series, karbu ini cukup terkenal dikalangan penggemar motor 2 tak karena karbu ini cukup memuaskan peformanya jika dipasang ke mesin 2 stroke ketimbang karbu PE dkk. Karburator ini sudah terbukti kemampuannya karena skep model oval yang unik ini. Memiliki kemampuan untuk membuat mesin memiliki respon jauh lebih cepat dari pada karburator standard ber-skep bundar. Keuntungannya adalah akselerasi lebih cepat dan peningkatan performa mesin.
PJ Oval 34mm slide ini sangat cocok untuk ATV & Motocross.
Ciri-cirinya:
-skep oval dan berlapis krom
-ukuran skep lebar mnambah tenaga di Putaran rendah ke Putaran tengah.
-mudah setting basah dan kontrol kecepatan
-spare part pj mj mudah dicari.
-tersedia ukuran venturi 34 mm
-bensin boros walaupun sudah disetting irit sekalipun.

3.

Diurutan ketiga ada Keihin PWK series. secara fisik karbu ini hampir mirip sama PJ series bro terutama tutup skepnya yang bulat hitam itu. Namun si PWK ini punya skep berbentuk semi-flat alias berbentuk D. Karburator yang akan menghasilkan tenaga tanpa kompromi. Ukuran Karbu PWK 28-41 yaitu PWK 28 biasa, PWK 28 sudco, PWK 35 air stiker (sudco) dan PWK 41 pro series, tipe ini paling spesial lantaran untuk tarikan bawah dan atas setting karbu mudah didapat. Tapi untuk main-jetnya tidak sama, dimensi lebih panjang.
Ciri-cirinya:-performa bagus di putaran bawah keatas
-walaupun sudah disetting ngirit ,karbu ini tetep boros,atau ga bisa ngirit
-skep semi flat bentuk skep (D)dengan lapisan chrome
-spare part mudah dicari
-ada rangkaian quads vent untuk mengurangi tenaga drop saat udara melewati venturi
-cocok untuk moto cross dan road race
4. 

Karbu FCR ini bentuknya memang beda dari karbu pada umumnya, soalnya ini karbu udah termasuk karburator yang penyetingannya perlu keahlian khusus. Harganya pun juga tidak murah sekitar 5-6juta rupiah bro, jadi ya reviewnya masih sedikit.
FCR Downdraf dan FCR vertical yang tersedia 28 , 33, 35
Karakteristik karbu FCR
Karbu ini direkomendasikan untuk road race,
FCR Horisontal digunakan utk mesin tegak, FCR Downdraft digunakan untuk mesin tidur.

5. 

Karbu Mikuni TM ini juga mirip2 sama karbu PWK punya Keihin, cuma karbu ini mengandalkan seni yaitu seni memainkan nosel yang disesuaikan sama kebutuhan mesin dan karbu ini memiliki skep kotak. Tersedia dengan ukuran 24-39 (TM). Karakteristik karbu Mikuni TM. Karbu dengan skep kotak ini memberikan performa yang luar biasa dibandingkan dan skep yg bulat, ini dikarenakan udara yang masuk lebih lancar dan lebih cepat.

Selain kita melihat jenis karburator yang karakternya bisa kita pilih, hal yang terpenting dalam pemilihan karburator adalah perhitungan yang menentukan ukuran venturi karburator yang kita butuhkan


D= K x √ (CxN)


Dimana
D = diameter venturi karburator
K = Konstanta (nillainya ada di antara 0.6 - 0.9, untuk motor harian disarankan 0.65)
C = CC mesin dalam liter
N = RPM puncak tenaga yang di inginkan


Contoh ke 1:


Sebuah motor Jupiter MX 135 cc standar, tapi ingin menambah RPM yang lebih panjang jadi 13200 RPM


maka rumusnya:


D= K x √ (CxN)
D= 0.65 x √ (0.135 x 13200)
D= 0.65 x √ 1782
D= 0.65 x 42.2137418
D= 27,4389322


Karena susah untuk mencari karburator dengan ukuran 27,44 maka menjadi Venturi PE 28


Contoh ke 2:


Sepeda motor Yamaha Vega ZR 115 cc di bore up menjadi 150 cc dengan sebesar RPM 9000


maka rumusnya


D= K x √ (CxN)
D= 0.65 x √ (0.150 x 9000)
D= 0.65 x √ 1200
D= 0.65 x 36.74234
D= 23.882521


Jadi karburator yang cocok untuk Vega ini adalah karbu Keihin PE24/Mikuni TM24/PWK24 bro


Jadi dari beberapa jenis karburator diatas maka kita dapat mengetahui bahwa meskipun karburator kecil bukanlah sebuah masalah, yang terpenting adalah seting dan pemilihannya yang pas sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi mesin.
- See more at: http://achmad-roni.blogspot.com/2013/05/perbedaan-karburator-racing-dan-tips.html#.Ufc-FR2G0pQ