Tampilkan postingan dengan label Macam Macam Piston. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Macam Macam Piston. Tampilkan semua postingan

Mitos Joki Balap Liar Pakai Ilmu Monyet




Mitos Joki Balap Liar Pakai Ilmu Monyet
Sebagai orang timur, masyarakat kita sangat percaya dengan hal-hal yang berbau mistis. Tidak terkecuali para pelaku balap liar. Mereka sangat percaya dengan hal-hal yang berbau supranatural. Salah satunya, mitos joki balap liar pakai ilmu monyet. Yup, mereka sangat percaya ada beberapa joki yang mempunyai ilmu hitam untuk bisa kencang. Salah satunya ilmu monyet. Ada joki yang terlihat seperti monyet saat mereka tanding di atas motor balap liar.
"Mitos joki balap liar pakai ilmu monyet itu percaya tidak percaya. Pinginnya sih tidak percaya. Tapi, saya sudah pernah melihatnya sendiri. Saat tanding dengan seorang joki yang punya ilmu hitam, saya melihat dia berubah menjadi monyet. Waktu itu saya unggul lumayan jauh. Namun ketika menoleh kebelakang, saya liat mukanya penuh bulu seperti monyet. Motornya juga langsung kencang dan menyalip," ucap Ali, joki balap liar asal Cibinong, Bogor, Jawa Barat yang mengaku sakit satu Minggu setelah kejadian tersebut. 
Mitos joki balap liar pakai ilmu monyet memang terdengar seperti itu. Setiap joki yang punya ilmu hitam akan menampakan dirinya seperti monyet saat sedang ngebut di atas motornya. Namun, menariknya tidak semua orang yang bisa melihat penampakan tersebut. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya.
"Kalau mau melihat ada caranya. Kita harus liat secara terbalik lewat selangka kita. Caranya bungkukan punggung seperti mau mencium lutut. Setelah itu geser kaki kiri ke arah kiri dan kaki kanan ke arah kanan. Lewat celah diantara kedua kaki kita itu kita lihat ke belakang ke arah joki. Kalau dia pakai ilmu hitam akan terlihat mukanya seperti monyet," ucap Jon Ceper, joki yang mengaku sukses terapkan trik ini untuk melihat joki yang gunakan ilmu hitam.
Kalau sobat gimana? Percaya dengan mitos ini? (www.motorplus-online.com)

Cermat Oversize, Cegah Ngelitik dan Piston Macet



 
Perhatikan saat akan oversize liner silinder. Jika dikerjakan tukang bubut sembarangan, dinding atas-bawah permukaan seher enggak rata alias miring. Dapat timbulkan gejala ngelitik, getar dan piston sering macet. 

Bisa begitu karena ketika seher panas dan memuai, celah yang sempit bikin gerak piston jadi berat dan seret. Apalagi ditambah proses pembesaran liner yang miring.

Makanya ada beberapa syarat penting. Paling dasar, konsumen mesti bawa seher pengganti ukuran lebih besar dari standar berikut blok silinder. Karena seher lama untuk patokan tukang bubut. 

Minta dibuat celah ideal 0,03~0,05 mm. Biar enggak kerja dua kali, periksa kelancaran gerak seher di dalam liner silinder baru. Caranya, seka minyak atau oli di liner dan seher sampai kering. 

Lalu masukkan seher ke lubang liner sambil ditekan perlahan. Bila seher ditekan terlalu paksa, minta ke tukang bubut untuk segara di huning ulang sampai lancar.

Terakhir, lihat celah sekeliling bibir liner yang di dalamnya terdapat seher. Lewat pancaran cahaya, bila sinar disekeliling tidak rata, jangan segan-segan dipoles ulang. Karena tidak timbulnya cahaya, menandakan celah antara seher dengan liner terlalu rapat.

Modif Piston, Bikin Ringan Macam Forging



Untuk meringankan putaran mesin, salah satu cara paling jitu harus bikin enteng komponen. Salah satunya seher. Supaya ringan ditendang ledakan pembakaran perlu piston yang enteng.

Seher enteng tentu dimiliki oleh piston jenis forging. Karena dengan lapisan yang tipis tapi cukup kuat. Seher forging dibuat dengan sistem tempa atau dipukul seperti bikin pedang.

Sedangkan seher konvensional atau model lama tidak bisa ringan. Seher yang masih menggunakan sistem cetak atau casting harus tebal supaya kuat. Membuat bobotnya jadi berat.

Itu yang membuat Suryono alias Jamblang berfikir kreatif. Membuat seher casting yang beratnya berlebih dibuat ringan. “Caranya beberapa bagian seher dipangkas,” jelas mekanik RPM Kawahara Cirebon itu.

Jamblang yang beristri satu itu meniru seher yang diaplikasi Special Engine. Atau seperti seher milik moge macam R6. Bagian-bagian atau permukaan seher yang dirasa tidak terlalu perlu dikurangi.

Tujuan mengurangi bagian-bagian dari seher itu bukan semata seher jadi ringan. Tapi, juga membuat permukaan seher yang bergesekan dengan dinding boring jadi sedikit. Membuat friksi jadi berkurang. Efek dominonya putaran mesin jadi sangat ringan.

Namun ada syarat yang wajib dipenuhi. Ketika mengurangi permukaan seher ada yang haram dipapas abis. Seperti bodi samping minimal disisakan 2 cm. Itu diterapkan pada seher yang punya diameter 58 mm.

Satu lagi yang harus diperhatikan. Supaya tidak berisik, ketika memotong seher tingginya maksimal sama dengan pangkal lubang pen. Kalau terlalu pendek memotongnya berakibat berisik.

Aplikasi Piston Besar Untuk Dongkrak Silinder


Guna mendongkrak isi silinder, paling gampang bore up atau ganti piston lebih besar. Namun kendalanya tidak langsung bisa plek lantaran ada dimensi yang beda, terutama di ukuran pin piston.

Ambil contoh piston Honda Tiger mempunyai diameter cukup besar dengan pin piston 15mm tidak bisa dipasang di bebek honda atau kawasaki yang punya pin piston hanya 13mm. Otomatis tidak pas lantaran lubang atas setang piston bebek cukup kecil dan terpaksa solusinya dibuatkan bosh ke tukang bubut.

Nah para sahabat kimcil balap kini semua masalah bisa diatasi karena sekarang sudah tersedia piston bore up dengan ukuran pin piston yang banyak. Boleh pilih yang buatan lokal atau luar negeri, ayo mau yang mana ?

Izumi coba mengerti

Group Astra yang lumayan mengerti riset lokal tentu pabrikan piston Izumi. Lebih tepatnya PT Federal Izumi Manufacturing/FIM. Riset bareng road race dan drag bike bahkan sampai ke arena balap liar pun diikuti, sebab kekuatan komponen yang satu ini diuji disini.

Piston besar dongkrak silinder

Piston Izumi Jenong


Paling terakhir piston ukuran 56, 56,5 dan 57mm dengan pin piston 13mm. Juga piston 57, 57,5 dan 58mm dengan pin piston 14mm.

Pin piston 13mm cocok untuk bore up bebek Honda, Kawasaki dan Yamaha. Sedangkan pin piston 14mm pas untuk solusi bebek Suzuki yang sebelumnya susah dicarikan piston padanannya untuk aksi bore up.
Sebelumnya pihak FIM juga sudah bikin piston 63,5mm yang setara diameter piston Honda Tiger, namum ukuran pin pistonnya 13mm yang notabene cocoknya untuk bebek Yamaha, Honda dan Kawasaki.

Untuk keperluan balap, PT FIM juga sudah membuat beberapa varian piston diantaranya:
Untuk Jupiter-Z pin piston 13mm dengan diameter seher 52mm kapasitas silinder Jupeter jadi 115cc. Juga tersedia ukuran 54,4mm 54,5mm dan 55mm untuk Jupiter-Z agar isi silinder mencapai 125cc dan 130cc.

Piston izumi lapis teflon

Piston Izumi berlapis Teflon



Smash atau Shogun 125 pin piston 14mm tersedia ukuran 54,45mm dan 54,75mm. Sedangkan untuk Honda Karisma pin piston 13mm dengan diameter 53,4mm dan Honda Supra 54,75mm.

Lalu bagaimana kalau tunggangan para sahabat merk bebeknya Kawasaki, sahabat boleh aplikasi piston diatas dari Honda dan Yamaha karena pin piston bebek Kawasaki mempunyai ukuran sama pin pistonnya dengan kedua motor tersebut.