Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 Untuk Balapan Malam


modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 untuk balapan malamDibuat untuk spek selembaran, tak membuat pacuan Bayu Jason di balapan malam ini hanya menerima lawan dengan spek yang sama pula. Ini modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 untuk balapan malam. 
“Bisa dibilang ini motor melawan kodratnya, karena terima lawan dari kelas pakingan. Sampai sekarang dari awal tahun ini motor cuma kalah dua kali. Itu pun terpautnya gak jauh lho,” ungkap joki kocak ini sambil menujuk ke arah satu unit Yamaha Jupiter MX jebolan 2008 yang jadi pacuannya.
Padahal menurut Bayu yang sudah cukup lama berkecimpung di balapan malam, tunggangannya kali ini speknya tidak terlalu istimewa ketimbang lawan-lawan mainnya di lintasan lurus 201 m. “Kita bahkan sering dituduh macem-macem deh. Segala maen pakai magic lah, apa lah. Padahal, motor ya begini adanya,” tukas Bayu.
Sampai segitunya ya? Ngemeng-ngemeng ubahan modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 untuk balapan malam,bor?
HEAD SILINDER
Untuk spek terkni, kita langsung aja tanya mekaniknya, yaitu Agus Supriyadi dari bengkel Langit Speed Evolution. Menurut penuturan Agus, di bagian kepala silinder ia hanya mengganti klep bawaan Jupiter MX yang berukuran 19/17 mm (in/ex), pakai kepunyaan Satria F-150 yang berukuran 21/19 mm (in/ex).
http://kimcilbalapyk.blogspot.com/2013/11/modifikasi-suzuki-satria-2011-jakarta.html
Add caption
Untuk noken as, pria asal Purwokerto, Jawa Tengah ini masih mengandalkan kem bawaan pabrik. Namun, dikustom ulang durasinya jadi 280°, baik in maupun ex-nya. “Saya sendiri yang merancang noken as-nya. Sebenarnya ini salah satu rahasia di balik kencengnya Jupiter MX ini,” bisik Agus yang bengkelnya ngendon di Jl. Bendungan Jago Raya RT.07/RW.06, Kemayoran, Jakarta Pusat.
ISI SILINDER
Piston sekarang pakai ukuran 62,99 mm, yang dipadukan dengan stroke standar. Sehingga, kapasitas silinder bengkak jadi 180 cc. Uniknya, tidak seperti kebanyakan motor-motor balap malam yang kompresinya diatur setinggi-tingginya agar bisa minum bensol, Agus justru mengeset kompresi di angka 12,5 : 1. Sehingga, pacuan Bayu hanya butuh oktan 95 atau setara Pertamax Plus sebagai bahan bakarnya. (www.motorplus-online.com)

Polisi Operasi Anti Begal Motor




Polisi Operasi Anti Begal
Kepolisian bergerak cepat untuk mengamankan bikers dari begal jahat yang sudah mengancam, bukan cuma motor, tapi nyawa biker. Sejak malam kemarin (27/1), Polres Depok, Jawa Barat, bikin operasi. Polisi operasi anti begal motor. Semua motor diperiksa. Ini dirasakan langsung awak Motor Plus yang melintas di Jl. Ir. H. Juanda, Depok.
Polisi menyetop semua motor yang melintas Jl. Ir. H. Juanda. Pengecekan barang bawaan dilakukan dalampolisi operasi anti begal motor. Seandainya, ada barang-barang yang mencurigakan polisi meminta surat kendaraan lengkap.
Salut untuk polisi. Polisi operasi anti begal motor bisa menangkap pelaku kejahatan yang bikin bikers enggak tenang sampai kehilangan nyawa. (www.motorplus-online.com)   

Mitos Joki Balap Liar Pakai Ilmu Monyet




Mitos Joki Balap Liar Pakai Ilmu Monyet
Sebagai orang timur, masyarakat kita sangat percaya dengan hal-hal yang berbau mistis. Tidak terkecuali para pelaku balap liar. Mereka sangat percaya dengan hal-hal yang berbau supranatural. Salah satunya, mitos joki balap liar pakai ilmu monyet. Yup, mereka sangat percaya ada beberapa joki yang mempunyai ilmu hitam untuk bisa kencang. Salah satunya ilmu monyet. Ada joki yang terlihat seperti monyet saat mereka tanding di atas motor balap liar.
"Mitos joki balap liar pakai ilmu monyet itu percaya tidak percaya. Pinginnya sih tidak percaya. Tapi, saya sudah pernah melihatnya sendiri. Saat tanding dengan seorang joki yang punya ilmu hitam, saya melihat dia berubah menjadi monyet. Waktu itu saya unggul lumayan jauh. Namun ketika menoleh kebelakang, saya liat mukanya penuh bulu seperti monyet. Motornya juga langsung kencang dan menyalip," ucap Ali, joki balap liar asal Cibinong, Bogor, Jawa Barat yang mengaku sakit satu Minggu setelah kejadian tersebut. 
Mitos joki balap liar pakai ilmu monyet memang terdengar seperti itu. Setiap joki yang punya ilmu hitam akan menampakan dirinya seperti monyet saat sedang ngebut di atas motornya. Namun, menariknya tidak semua orang yang bisa melihat penampakan tersebut. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya.
"Kalau mau melihat ada caranya. Kita harus liat secara terbalik lewat selangka kita. Caranya bungkukan punggung seperti mau mencium lutut. Setelah itu geser kaki kiri ke arah kiri dan kaki kanan ke arah kanan. Lewat celah diantara kedua kaki kita itu kita lihat ke belakang ke arah joki. Kalau dia pakai ilmu hitam akan terlihat mukanya seperti monyet," ucap Jon Ceper, joki yang mengaku sukses terapkan trik ini untuk melihat joki yang gunakan ilmu hitam.
Kalau sobat gimana? Percaya dengan mitos ini? (www.motorplus-online.com)

Yamaha Mio Kompresi Rendah




Yamaha Mio Kompresi Rendah Pakai Bensol Dapat Banyak Juara Drag
Setingan kompresi rendah di Yamaha Mio tim CENSPEED Forty One RPM Racing Line CV KRS 106 ini, bisa kumpulkan 51 piala di kelas Matic Tune up 200 cc sepanjang tahun 2014. Sadis, kan Yamaha Mio kompresi rendah pakai bensol dapat banyak juara drag. 
“Sebenarnya, 51 piala bukan semua di kelas Matic Tune up 200 cc. Sebagian didapat dari kelas Matic Tune up 155 cc,” bilang Cendy Gerry, Chief Mekanik sekaligus owner tim.
Dibilang kompresi rendah, pasalnya Mio ini dibekali perbandingan kompresi mesin hanya 13,8:1 untuk tenggak bensol (Avgas) biru beroktan 102. Biasanya, dengan konsumsi bensol biru, mekanik develop kompresi di atas 14:1. “Dibikin kompresi rendah, agar putaran bawah enggak terlalu galak. Namun, kitiran tengah ke atas lebih galak,” cetus pria yang juga betot gas di ajang resmi balapan 201 meter.
Yamaha Mio kompresi rendah pakai bensol dapat banyak juara drag pernah tembus best time 7,506 detik saat ditunggangi M. Saiman. Apa lagi kilikan jitu yang diterapkan bengkel CENSPEED dari Jl. Lapan 1 No. 53, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur ini? Ini dia!
Kejar kapasitas 200 cc, piston pakai kepunyaan Honda GL Neotech diameter 63,5 mm. Stroke dibuat naik 2,5 mm lewat tempel pen stroke di kruk as. Isi silinder Mio, jadi 197,8 cc. “Kruk as dikustom ulang, detailnya rahasia ya! Pokoknya, dibandul ulang,” kekehnya. Hasilnya, saat piston berada di titik mati atas, mendem 0,3 mm dari bibir silinder, paking blok 2 mm. Hasilkan kompresi 13,8:1 untuk meminium bensol beroktan 102.(www.motorplus-online.com)

Tambah Karbu PE 28, Power Satria F-150 Ada Peningkatan Cukup Signifikan

Dengan kondisi dipasangkan CDI, koil, dan knalpot racing, Satria F-150 catatkan power maksimal 15,1 hp/10.074 rpm, dan torsinya 12,1 Nm/8.000 rpm. Hasil ini didapat di atas mesin DynoMite buatan Amerika.
Nah, setelah tambah karbu PE 28 ini, Satria F-150 mendapatkan peningkatan power yang cukup signifikan. Peak power langsung melejit jadi 17,05 hp/ 11.278 rpm. Atau melonjak sebanyak 1,95 hp. Namun, torsi justru turun sebanyak 1,03 Nm jadi 11,97 Nm/ 8.427 rpm.
Grafik dyno menunjukan tenaga bisa dikail cepat
Mungkin pengaruh dari setingan spuyer yang belum tepat. Pasalnya, karbu PE 28 yang diaplikasi tersebut, langsung dijejali tanpa lakukan rejeting lagi.
“Spuyer bawaan karbu masih kebasahan,” tukas Freddy A. Gautama, bos Ultraspeed Racing di Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang punya mesin DynoMite. (www.motorplus-online.com)

Yamaha Crypton, Korek Harian

Asapi Lawan Berkali-kali



Kelas 58-an (piston 58 mm, red) dengan klep bebas, jadi andalan motor Yamaha Crypton garapan Irfan Fauzi. Ramuannya cukup simple, tapi bisa mengasapi lawan sampai berkali-kali. “Seingat saya motor ini cuma kalah lima kali,” buka Pi’eng, sapaan akrab si mekanik.
Sempat beberapa kali kecot (rusuh, red) perkara pengapian dianggap tidak standar. Pi’eng berani buka-bukaan. CDI standar yang nemplok pada rangka tengah motor ini sempat dipertaruhkan. Tetapi sang lawan malah pulang tanpa perlawanan.
Racikan bengkel 110 Performance sebenarnya hanya mencapai sekitar 145 cc. Hal ini didapat dari penghitungan volume silinder dengan bore 58,5 mm dan stroke 54 mm. Langkah piston segitu didapat setelah big end di kruk as digeser maju 2 mm.
Selanjutnya rasio kompresi dipatok 10,2 : 1 agar aman pakai Pertamax Plus.Tidak terlalu tinggi memang. Makanya motor ini agak lambat di tarikan bawah. Tapi atasnya cuy, melesat cepat hingga mencapai top speed.
Sebagai pengatur masuknya udara dan bahan bakar ke ruang bakar, pria berusia 26 tahun ini menjejalkan klep milik Bajaj Pulsar 180DTS-i dengan ukuran in 30 mm dan ex 26 mm. Kinerja klep dimaksimalkan dengan kem durasi 280. “Kalo detailnya masih rahasia, ukuran kem masih dalam tahap riset. Hehe..,” tuturnya malu.
Karburator sebagai penyuplai kabut bensin juga pegang peranan penting. Tapi, tanpa asupan udara yang pas, pembakaran tidak akan maksimal. Nah, karbu Kawasaki Ninja 150 RR berventuri 28 mm, dianggap mumpuni menggodok keduanya. Settingan spuyer menyesuaikan permintaan mesin. “Pilot jet dan main jet pakai ukuran 48/130,” jelasnya. tunner yang gerainya beralamat di Jl. Margasari Raya, Cimone, Tangerang.(www.motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan: Hydra 60/80-17
Ban Belakang: FDR Drax 50/90-17
Koil: YZ-125
Knalpot: RC3

Denny Triyugo Ngurus Speed Shop




Mengisi kekosongan jadwal balapan selama Ramadhan ini, Denny Triyugo Laksono, rider andalan Astra Motor Racing Team (ART) fokus ke bidang lain. Tapi, bidang ini masih ada kaitannya dengan balap. Denny mau fokus sementara ini ngurus speed shop.
“Sudah disiapkan di Probolinggo. Pas puasa dan enggak jadwal balap, saya mudik ke Probolinggo. Sekalian mau ngembangin usaha speed shop. Terutama produk-produk yang sudah menggunakan label saya, DT96,” kata Denny yang asli Probolinggo, Jatim. (www.motorplus-online.com)

Suzuki Satria F-150 2013 Malang

Modif Konstruksi dan Mesin Ikuti Gaya Balap Joki


Bikin motor untuk diadu di trek lurus sepanjang 201 meter, termasuk gampang-gampang susah. Atau, susah-susah gampang ya? Hehehe.... Tapi, hal itu yang dirasakan Mahmudi mekanik tim CMT Geovani asal Malang, Jawa Timur. Makanya, sang mekanik menyesuaikan ubahan Suzuki Satria F-150 ini dengan karakter sang joki, Arif Tijil buat tarung di kelas Bebek 4-tak 200 cc.
Tipikal riding Tijil sendiri, suka akan power diawal dan top speed yang mumpuni untuk melahap trek 201 meter. “Menyesuaikan gaya balapnya, ubahan utamanya ada di rasio kompresi mesin yang diubah jadi 13,8 : 1. Tujuannya, supaya tenaga yang dihasilkan menjadi besar sejak putaran bawah,” tutur mekanik berbadan besar ini.
Kompresi tinggi ini, dihasilkan dari piston standar yang diganti merek LHK diameter 72 mm. Lalu, dome piston dibuat jadi 1,5 mm dari bibir piston paling pinggir. Setelah itu, posisi piston dibuat mendem sebanyak 0,8 dari bibir silinder blok. Kini, isi silinder mesin pun jadi 198,5 cc.
Ruang bakar, ditemani klep Suzuki Thunder 125 yang punya diameter batang klep 4 mm. “Lalu, durasi kem diseting ulang agar bisa bermain di durasi 268 derajat buat in dan 266 derajat buat ex,” kata mekanik dari Jl. Raya Reyoso RT4/3 Bantur, Malang Selatan.
Cak Mut sapaan akrab Mahmudi, sengaja mengganti kampas kopling bawaan motor dengan kampas kopling milik Suzuki TS. “Kampasnya lebih mencengkram. Jadi, setiap perpindahan gigi pun power enggak banyak yang terbuang,” tambah mekanik asal Malang ini.
Melengkapi putaran bawah, magnet standar digantikan lempengan besi dengan bobot 450 gram. “Supaya torsi juga lebih bagus pakai magnet ini. Power akan terasa di kitiran mesin 9.000 - 12.000 rpm,” terangnya sembari bilang engine F-150 ini juga terus diriset. (www.motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan: Eat My Dust 50/90-17
Ban belakang: Eat My Dust 60/80-17
Karburator: Keihin PWK 35 mm
Knalpot: Custom

Modifikasi Yamaha Vega 2000 Solo,

 Andalkan Crank case X-1 Jeroan Mesin Vega



Pacuan andalan TDC Vreinz yang digeber Galih Dwi, cukup mengejutkan di TDR Racing International Drag Bike Championship 2014 beberapa waktu lalu di Tegal, Jawa Tengah. Berbekal Yamaha Vega keluaran 2000, joki asal Boyolali ini mampu mencatatkan waktu terbaik di kelas 130 cc.
“Best timenya 7,989 detik,” beber Galih. Otak dibalik melesatnya Vega ini adalah Mahendra Dwi Saputra. Mekanik asal Solo ini coba kawinkan crank case Yamaha X-1 dengan jeroan mesin Vega. Pertimbangannya, sudah pasti karena banyak kelebihan yang dimiliki.
“Kami pakai crank case X-1 karena sudah dilengkapi sistem pompa oli yang lebih baik dibanding Vega. Sehingga mesin bekerja lebih optimal,” beber Mahendra. Langkah ini dilakukan lantaran ia sadar betul bahwa fungsi pelumas bukan hanya melumasi. Tapi, juga sebagai pendingin dan pelapis komponen bergerak di dalam mesin.
“Soalnya, crank case X-1 dilengkapi dua saluran oli yang mengarah ke kepala silinder dan piston. Oli yang disemprotkan ke piston menjadikan suhu piston lebih terjaga. Sehingga mengurangi keausan akibat gesekan, serta pemuaian yang terlalu cepat akibat temperatur tinggi,” terangnya.
Tapi, biar mesin bisa berkitir tinggi, bobot piston dipangkas dengan melakukan pembubutan sebanyak 12,5 mm diukur dari pen piston. “Sedangkan untuk dome-nya, dilakukan pemapasan setebal 6 mm,” terang meknik yang mematok tekanan kompresi sebesar 15,2 psi.
Lanjut ke sistem pengapian, untuk mendapatkan api yang besar dan ketepatan saat pembakaran, menajemen pengapian diserahkan pada Rextor Pro Drag. “Limiter diset di 16.500 rpm,” beber mekanik yang memanfaatkan rotor magnet Vega yang telah dikurangi bobotnya.
Magnet yang ada di rotor dibuang dan dilakukan pembubutan untuk mencapai bobot rotor 500 gram. “Rotor yang telah berkurang bobotnya tersebut, dibikinin balancer seberat 300 gram biar mesin gak getar,” tambahnya.
Terakhir, penyuplai bahan bakar ditugaskan pada PWK 28. Bagian corongnya untuk masuk udara direamer tipis. Pemilihan pilot jet (pj) maupun main jet (mj) tergolong kecil, dipilih kombinasi 58/105 (pj/mj).(www.motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Pirelli 120/60-17
Piston: Daytona
Magnet: Vega
Knalpot: Creampie
Klep: KLX 250
Mekanik: Mahendra Dwi Saputra (081335956555)

Kawasaki Ninja 150 2010 Jogjakarta, Caplok Pengapian 4SS Motor Bisa Tembus 7 Detik




Kawasaki Ninja 150 korekan tim OTD Racing Team Jogjakarta ini tembus 7,0 detik di trek lurus 201. Best time itu didapat kala bermain di kelas Sport 2-tak Tune up 155 cc di Semarang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Nugroho yang lebih tenar dengan panggilan Potter, peracik motor yang dipacu Muslih Wuri dan Eko Sulistyo ini. “Rahasia seting, terletak di sistem pengapian sudah dirombak total demi hasilkan kinerja mesin yang optimal,” beber Potter.
Sistem pengapian aplikasi dari Yamaha YZ 125. Mulai dari magnet, sepul sampai pada koil pengapian. Menurut mekanik berkaca mata ini, part milik special engine (SE) bikin start menjadi lebih responsif.
Begitu juga dukungan api kala di putaran tinggi. Mungkin, karena karakter YZ 125 yang juga memang cocok buat di putaran tinggi. Jadi, part SE berkode 4SS tersebut diyakini mampu mengantarkan mesin lebih cepat menggapai putaran tinggi. “Bobot magnet ini lebih ringan dibandingkan part yang lain, sehingga putaran mesin jadi ringan. Akhirnya, power bawah akan mudah diraih,” jelasnya.
Magnet YZ yang mempunyai diameter 75 mm memang cukup signifikan mendongkrak power di putaran bawah. Ini yang menyebabkan motor berkelir kuning ini bisa langsung melesat cepat selepas garis start.
Tidak ketinggalan, polesan dibagian port-port yang ada di silinder ikut mendongkrak performa mesin secara keseluruhan. “Untuk saluran exhaust, tingginya dipatok di angka 28 mm. Sedangkan saluran transfer, 42,2 mm,” jelas Potter dari Jl. Sari Rejo, RT. 06/47, Maguwoharjo, Sleman, Jogjakarta. (www.motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Karburator: Keihin PWK 38 mm
Ban depan: Eat My dast 50/90 x 17
Ban belakang: Eat my dast 60/80 x 17
Final gir: 13/36 mata
OTD Racing Team: 0856-4362-5050

Bore Up Yamaha Jupiter MX 135LC 2008 Jakarta, Yamaha Jupiter MX 135LC 2008 Jakarta,


 Kapasitas S 262 ccilinder Hingga



Melaju kencang dan tembus 32,11 dk/9.970 rpm
Standarnya diameter piston Yamaha Jupiter MX 135LC, hanya 54 mm. Katanya ketika dipasang seher 73 mm, engine MX ini masih punya jalur cairan pending radiator. Malah, Techno Tunner (TT) mengandalkan pacuan ini buat drag bike dan kerap jadi nomer satu saat lomba.
Kunci Jupiter MX agar bisa dijejalkan piston diameter 73 mm, ada di blok silindernya. “Blok silinder pakai merek Hi-Speed yang boringnya diganti. Boring pakai diesel Yanmar, yang punya diameter luar 79 mm. Dengan penggunaan boring ini, ruang air yang ada di blok jadi makin sempit. Tapi, kita dimaksimalkan. Namun, jalur air radiator yang menuju ke head silinder mesti ditutup. Pasalnya, klep gede aplikasi in 27 mm dan ex 23 mm. Sehingga, tidak mungkin kalau pertahankan jalur cairan radiator di head,” papar Hanasilim, Tuner TT.
Jalur air radiator head ditutup dukung klep ukuran gede
Aplikasi boring diesel ini, Han harus mengikis crankcase untuk dudukan boring. Lubang crankcase dibubut, sebesar diameter luar boring 79 mm. Dengan begitu, baut empat kaki enggak mesti digeser. Lanjut, untuk menutup jalur radiator yang menuju ke atas, Han pakai lem JB Weld. Lem ini, saat kering akan menjadi seperti besi. So, di bagian blok silinder, masih ada air radiator yang mengalir.
Didukung pompa radiator aftermarket buatan Jerman
“Untuk siklus air radiator, dibikinkan jalur baru. Dinding blok silinder atas-bawah dibobok, untuk dibikin nipel jalur air radiator,” jelas Han. Membantu memutarkan air radiator, MX pun dibekali pompa radiator aftermarket bikinan Jerman.Pendinginan air radiator, dimaksimalkan dengan menggunakan radiator kepunyaan Kawasaki Ninja 250R aftermarket.
Jalur air dibikin baru, caranya bobok dinding blok atas-bawah
Tak hanya usung piston 73 mm, MX ini juga naik stroke 4 mm. “Naik stroke 4 mm, berkat pen piston 2 mm. Paking blok tebal 5 mm dan head 0,8 mm, hasilkan perbandingan kompresi 12,2 : 1,” terang Han. Itu artinya, kapasitas engine Jupiter MX jadi sekitar 262,2 cc.
Lubang crank case dibubut mengikuti diameter luar boring
Sebelum penyempurnaan, Jupiter MX ini pernah didyno dengan power 32,11 dk/9.970 rpm dan torsi 25,19 Nm/6.980 rpm. “Targetnya bisa tembus power di angka 35 hp,” pede Han, yang buka workshop di Jl. Kembangan Baru, No. 33, Jakarta Barat. (www.motorplus-online.com)

Bikin Pentil Ban Tubeless, Pakai Pentil Ban Dalam Aja, Bro..


Terbukti lebih kuat di arena balap
Bagi sobat yang menggunakan ban tubeless, pentil bagian penting. Salah pilih pentil atau valve, bisa-bisa ban jadi mudah kempis. Malah, ada pentil murah yang tiba-tiba retak atau patah ketika digunakan. Selain bikin repot dan kesal, pentil yang patah juga bahaya bagi kesalamatan. Karena, ban akan kempis mendadak dan membuat tunggangan tidak stabil.
Agar tidak kesal dan bahaya karena salah membeli pentil, sobat bisa aplikasi tips yang biasa digunakan oleh tim balap. Tips ini gampang diterapkan dan terbukti lebih kuat dibandingkan pentil ban tubeless yang mudah ditemui di pasaran.
“Pentil yang biasanya dijual Rp 10 ribuan itu mudah retak dan patah. Di balap umumnya pakai pentil bekas ban dalam. Selain bikinnya gampang, usia pakainya lebih lama,” ucap Nico Julian Chandra, pembalap R9 Racing Team.
Untuk membuatnya, sobat harus siapkan ban dalam bekas dan gunting. Langkahnya, potong bagian pentil ban dalam menggunakan gunting. Potong melingkar mengikuti bentuk karet bagian pentil yang lebih tebal. Sisa karetnya berfungsi untuk menahan angin agar tidak keluar dari dalam ban.
Potong pentil mengikuti bulatan yang ada
Jika sudah terbentuk, sobat ambil sisa ban dalam yang tidak terpakai. Potong berbentuk lingkaran dengan diameter yang lebih kecil. Karet kecil ini untuk dipasang di bagian luar pentil setelah terpasang di pelek.
Proses pemasangannya seperti pentil biasa. Tapi ingat, karet bundar kecilnya dipasang di bawah ring dan mur yang ada di atas pentil. Jadi posisinya terjepit agar bagian ban tetap hampa.
Trik ini dipakai juga loh oleh tester ban FDR saat bertemu emplus di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.(www.motorplus-online.com)

Modifikasi Yamaha Mio 2011 Jakarta, Mangkujiwo Si 'Penopang Jiwa'


Mangkujiwo, begitu motor andalan bengkel Pemula Matic ini dinamai. Kira-kira kalau diartikan motor ini punya makna penopang jiwa. Memang berat beban yang dipikul motor ini. Makanya, Reno alias ‘Bibir’ yang jadi juru racik, tidak mau sembarangan membangunnya.
Motor yang kerap bermain di arena balap liar kelas matic 58 mm klep besar ini sendiri cukup bertaji. Sudah beberapakali lawan tanding yang dibuat keok. Makanya si Empunya motor juga cukup sayang dengan penopang jiwanya ini.
“Beberapa lawan di kelas 58 klep besar sudah dibikin keok. Terakhir mesinnya jebol waktu nyeting, sekarang sudah siap buat keluar malam lagi,” ucap mekanik yang bengkelnya di Jl. H. Usman, Kukusan, Depok, Jawa Barat.
Dalam racikan barunya yang sudah siap tampil ini, Bibir mengadopsi piston diameter Honda GL-Pro Neo Tech 58,5 mm (oversize 200). Masih sesuai dengan regulasi kelas matic 58 klep besar. Dengan penggunaan piston besar ini, bikin kapasitas mesin Mio membengkak menjadi 155,5 cc.
Durasi klep isap dibuat 267 derajat. Hitungannya membuka 26 derajat sebelum Titik Mati Atas (TMA) dan menutup 61 derajat setelah Titik Mati Bawah (TMB). Klep buang membuka 61 derajat sebelum TMB dan menutup 28 derajat setelah TMA. Jadi total durasi klep buang 269 derajat. Selain itu, agar putaran noken as bisa lebih lancar, lahernya diganti menggunakan produk Faito.
Satu lagi, agar buka-tutup klep semakin lancar, sepatu klep menggunakan model roller bukan model pelatuk seperti standarnya. Adopsi pelatuk klep Honda Blade yang telah dimodifikasi agar sesuai saat dipasang di head silinder Mio.
Penyembur bahan bakar ke ruang silinder, masih mengandalkan karburator standar yang dimodif. Venturinya direamer 26 mm agar semburan bahan bakar menjadi lebih deras. Mengakali beberapa bagian yang berlubang akibat reamer, ditambal menggunakan lem. Ubahan ini dianggap cukup untuk membuat Mio berlari di atas lintasan 500 meter.
Untuk bagian CVT, masih mengandalkan part standar. Namun untuk jalur roller dikeruk seperti yang dilakukan Jokowi pada sungai-sungai di ibu kota. Bukan untuk mencegah banjir seperti Jokowi, tapi Reno melakukan ini agar roller bisa bergulir lebih tinggi. Hasilnya tenaga motor di putaran atas bisa lebih oke. (www.motorplus-online.com)

Membuat Paking Mesin, Kalau Kondisi Darurat Bisa Pakai Kalender


Beda bahan tetapi manfaatnya sama
Mengisi waktu libur diakhir pekan, sobat bikers pasti banyak yang iseng mengoprek mesin tunggangan. Karena tidak terbiasa, ada saja barang yang lupa dibeli. Apalagi kalau toko spare part langganan tengah dilanda banjir. Jadi, ribet kan?
Salah satu part yang sering lupa adalah gasket atau paking. Paking punya fungsi untuk merekatkan dua bagian mesin agar tidak terjadi kebocoran. Nah, kalau pakingnya lupa dibeli bisa bahaya sob, pasti terjadi kebocoran di bagian mesin yang dipasang.
“Paking ada 3 macam, ada yang terbuat dari plat, kertas, dan karet. Kalau yang berbahan plat tidak mudah rusak dan bisa dipasang kembali. Model kertas yang rawan sobek saat dilepas,” jelas Rudiansyah yang mekanik RJ Motor di Jl. Raya Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Gunting kertas yang sudah dipola sesuai bentuk dan ukuran
Dari pada pusing mikirin toko suku cadang yang kebanjiran, mending sobat cari alternatifnya. Untuk paking tipe kertas yang sering rusak, sobat bisa buat sendiri. Enggak sulit, cukup cari kardus bekas, atau kertas kalender yang sedikit tebal. Ini bisa digunakan sebagai paking darurat, sob.
Cara membuatnya juga cukup mudah. Sobat tinggal potong kertas tebal yang sudah disiapkan. Sesuaikan dengan bentuk dan ukuran part.
Untuk membuat pola sobat bisa menggambarnya menggunakan pulpen atau pensil. Atau, bisa juga dengan meletakan kertas di atas part lalu dipukul-pukul dengan kunci hingga kertas berbentuk seperti paking aslinya. "Kuat kok, tidak bocor dan berfungsi seperti paking pada umumnya," tutup Rudi. (www.motorplus-online.com)

Satria F150, Paking Selembar = 245 cc

Kerap bikin keok musuh di kelas selembaran 500 meter

Ramainya balap trek lurus malam hari untuk Suzuki Satria F-150, bikin Alfa Alwiar kepincut nimbrung. Akhirnya F-150 miliknya jadi ‘tumbal’ demi memenuhi hobinya ini. Usahanya juga tidak sia-sia. Sudah banyak musuh yang dibuat keok motor milik mekanik yang akrab disapa ‘Ocem’ ini.

“Sekarang lagi ramai untuk jarak 500 meter, jadi kita seting untuk itu. Kalau speknya, main di kelas paking selembaran,” kata Ocem. Untuk mengejar regulasi paking selembaran, setang seher diganti milik Yamaha Scorpio. Setang seher milik sport Yamaha 225 cc ini punya dimensi yang lebih pendek dari milik F-150. Jadi, memungkinkan Ocem untuk menggeser posisi big end sebanyak 4 mm. Itu tanpa harus tambah paking tebal. Hasilnya, kini stroke menjadi 56,8 mm. Hitungannya, 48,8 mm (stroke standar F-150) + 8 mm (total naik-turun) = 56,8 mm.

Buat menambah daya ‘gedor’ power dari putaran bawah, seher standar F-150 yang berdiameter 62 mm juga diungsikan. Gantinya, piston berdiameter 74 mm masuk ke ruang silinder. Hasilnya, kapasitas silinder membengkak jadi 244,8 cc. Dibulatkan, jadi 245 cc.

Tentunya, isi silinder ini termasuk besar buat motor yang usung paking selembar alias paking blok standar. Akibatnya, proses keluar-masuk bahan bakar ke dalam ruang silinder harus disesuaikan. Klep pun ikut diganti. Klep isap pakai yang berdiameter 25 mm, sedangkan klep buang dipatok 23 mm.
Kem dibuat 249 derajat (in), dan 255 derajat (ex), Karburator gambot bantu ‘sembur’ bahan bakar dan udara maksimal

Durasi noken as ikut disesuaikan. Klep in dibuat membuka 19 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 50 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Jadi, noken as klep in punya durasi 249 derajat dengan overlap 2,3 mm.

Lalu, buat durasi noken as untuk klep ex dipatok 255 derajat. Klep buang dibuat membuka 53 derajat sebelum TMB dan menutup 22 derajat sebelum TMA. Overlap klepnya jadi 2,45 mm.

Mengimbangi besarnya isapan, maka part penyuplai campuran bahan bakar dan udara ke ruang bakar juga diganti. Ocem mempercayakan ke karburator Keihin PE 28 mm yang direamer jadi 32 mm.

Supaya motor lebih ngacir sejak putaran bawah, sektor kopling ikut dimaksimalkan. Ocem mengganti per kopling standar dengan tipe racing yang disandingkan kampas kopling Suzuki RGR 150 yang lebih awet dibanding kampas kopling standar F-150. (www.motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI

Ban depan : FDR 60/80-17
Ban belakang  : IRC Eat My Dust 60/90-17
Knalpot : DBS
Karburator : Keihin PE28
CDI : Rextor

Yamaha Mio 2012 Jakarta, Kruk As Istimewa Karena Dikembangkan dari Thailand


Yamaha Mio besutan Ricky Onyez, melesat mulus dengan catatan waktu 8,122 detik. Onyez, terjun di kelas Matic Tune up s/d 155 cc di event bertajuk Pertamina Enduro Comet K-Factory KYT Drag Bike Day Battle Championship (DBDBC) 2013, yang digelar di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat (17/11). Itu artinya Onyez yang dinaungi tim GF Racing K-Tech Boyza berhasil menduduki joki tercepat kelas ini.

“Jadi yang tercepat di kelas Matic Tune up s/d 155 cc, kita coba maksimalkan power bawah hingga atas,” ucap Mukhlisin alias Ucin, mekanik tim GF Racing K-Tech Boyza. Untuk power bawah, Ucin pilih kompresi padat dan pemilihan klep yang pas. Memadatkan perbandingan kompresi mesin, piston dipilih diameter 55,5 mm.

Biasanya, dari bibir silinder ke bibir piston dibikin mendem. Tapi, di Mio ini tidak. “Enggak dibikin mendem, piston dan bibir silinder sejajar dan dome piston ngongol. Untuk mengakalinya, bagian kubah head silinder kena mata tunner sedikit untuk bersarang kepala piston. Sehingga perbandingan kompresi jadi 13,5 : 1. Makanya paling pas saat klep in 28 mm dan ex 24 mm, head-nya dibikin semi bathtub agar enggak terjadi knocking,” bilang Ucin.

“Yang paling istimewa ya di bagian kruk as! Kita order dan didevelop langsung SPS Thiland. Konfigurasi bandul pemberatnya sudah pas untuk kelas 155 cc. Juga, saat stroke up 3 mm, paking masih bisa selembaran. Sehingga torsi cukup melimpah,” promosi Ucin yang juga menjual kalau sobat juga pengin pakai part ini. Tarikan bawahnya sudah pasti joss gandos. Untuk mengimbangi power bawah yang sudah maksimal, giliran finishing putaran atas.

Memaksimalkan putaran atas, tentu komponen CVT mesti kena sentuhan juga. Caranya got di rumah roller dibikin lebih dalam. Sehingga, ruang gerak roller 8-7 gram bisa lebih panjang. Makanya power bisa terus isi dan napas jadi panjang. Juga dimaksimalkan penggunaan per CVT 1.000 rpm. “Dengan konfigurasi ini, tarikan pas start bisa melesat dan tenaga atas bisa keluar seperti tanpa limit,” pede Ucin, yang buka workshop di Jl. Kedoya Raya No. 1, Kedoya Selatan- Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Terbukti! (motorplus-online.com)

Modifikasi : Yamaha Mio Sporty 2006 Depok, Berjuluk Si 'Fatin' dari Siliwangi


Untuk adu kebut kelas 58-nan dan klep besar, Yamaha Mio korekan Asep Risman mengandalkan kapasitas mesin 185 cc. Mekanik Siliwangi Motor dari Jl. Siliwangi No. 22, Depok, Jawa Barat Asep berani buka-bukaan. Menurutnya, ubahan motor telah sesuai dengan regulasi di balap malam. Tidak ada sedikitpun kecurangan yang dilakukannya.
Di mesin, motor rakitan 2006 ini pakai seher Honda Sonic oversize 100 yang punya diameter 58,9 mm. Dikawinkan dengan stroke yang telah digeser posisi big end-nya sebanyak 5 mm. Kapasitas silinder pun membengkak menjadi 184,9 cc alias 185 cc.
Durasi noken as ikut dirubah. Untuk klep isap dibuat berdurasi 282 derajat dan klep buangnya 280 derajat. Rincinya, klep isap dibuat membuka 37 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 65 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Sedangkan klep buang, membuka 63 derajat sebelum TMB, dan menutup 37 derajat setelah TMA.
“Pelatuk klepnya sudah pakai model roller. Adopsi punya Honda Blade yang sedikit dimodif. Makanya RPM lebih cepat naik dan kem enggak mudah kemakan. Efeknya motor bisa lebih cepat sampai 1 detik,” tambah Asep.
Untuk rumah roller, mengadopsi part Thailand yang berbasis part milik Yamaha Fino. Sudut kemiringan pulley, dibuat menjadi 13,5 derajat. Sedangkan rollernya, menggunakan berat 9 gram rata dan per kopling ganda pakai Yamaha Nouvo. Tuh kan, masih sesuai regulasi.
Hasilnya Yamaha Mio punya julukan Si ‘Fatin’ ini jadi salah satu momok menakutkan bagi lawannya di ajang adu kebut trek lurus malam hari. Meski baru enam kali ‘turun’, motor ini jadi pelahap sadis bagi lawan-lawannya yang keras.
“Total baru enam kali main, lima menang dan satu kalah. Lawannya keras-keras, rata-rata motor yang belum ada ‘obatnya’. Makanya si Fatin jadi beken di arena kebut malam Jakarta Timur,” ucap mekanik yang pernahnimba ilmu pada Herman Lo alias Ahon!  (motorplus-online.com)

Tambal Noken As Aus Pakai Ring Seher dan Linner



Ring piston dan linner silinder yang sudah enggak dipakai jangan langsung dibuang. Jangan juga dikiloin ke tukang besi bekas. Kalau sampai begitu sih, silakan baca terus nih tulisan. Pokoknya ring seher atau boring blok mesin bisa jadi barang yang mujarab. 

Mantap abis untuk menambal kem alias noken-as yang sudah aus. Termasuk juga noken-as yang sudah aus karena gesekan dengan pelatuk rocker arm, sebagusnya disimpan. Nanti camshaft yang sudah dianggap enggak dipakai bisa digunakan lagi, lho.

Caranya noken-as yang sudah aus karena gesekan bisa ditambal dengan ring piston atau liner. Penambalannya dengan dilas atau biasa disebut tambah daging. Teknik menambalnya tinggal meniban seluruh bagian kem dari pantat sampai ujung atasnya.

ÔÇ£Dilas aja dulu dengan tambalannya pakai ring seher atau linner. Awalnya tambalan kemnya enggak usah rapi dulu. Yang penting bagian yang sudah aus sudah ditambah daging,ÔÇØ kata Samsuri alias Bule dari ADR Speed di Penggilingan, Jakarta Timur.

Setelah ditambah daging baru deh dirapikan. Enaknya sih kalau punya alat copy kem. Karena setelah ditambal, kem dirapikan di alat copy noken-as. 

Dengan alat copy, kem yang masih sehat bisa jadi patokan untuk noken-as yang sudah ditambah daging. Seandainya enggak ada ya pakai gerinda. Ukurannya tinggal pakai feeling aja.

Seandainya mau simpel tinggal dikasih ke bengkel yang memang ahlinya main kem ubahan. ÔÇ£Kalau materialnya lebih bagus ring seher. Ring piston lebih tahan lama dibanding linner,ÔÇØ urai Bule yang aslinya Betawi Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu

Maksimalkan Performa Honda Blade, Pakai Gigi Rasio Dari Kawahara



Jika seting Honda Blade atau New Blade sobat tak kunjung sempurna, bisa jadi akibat perpaduan gigi rasio yang diusung kurang sesuai. Sehingga, power yang terkirim tidak maksimal.
Sekarang, sobat bisa maksimalkan dengan gigi rasio yang ditawarkan Kawahara Racing ini. Untuk gigi I, usung perbandingan 13/34 mata. Gigi II, 18/29 mata. Gigi III, 20/26 mata. Terakhir, gigi IV usung perpaduan 23/25 mata.
Harga yang ditawarkan Rp 1,5 juta, silakan tebus di JP Racing Kawahara di Jl. Cendrawasih No. 6E-F, Jurang Mangu, Kp. Sawah, Ciputat, Tangerang. Telp. (021) 744-0667. (motorplus-online.com)

Modifikasi Yamaha Mio Sporty 2008 Depok,


Yamaha Mio racikan Bill Motor Speed Shop (BMSS) ini, belum ada ‘obat’ alias lawannya diajang adu kebut treklurus malam hari. Belasan kali turun balap, belum sekalipun motor ini mencicipi kekalahan. Aihhhh....!!
“Sampai sekarang belum pernah kalah. Malahan pernah satu malam kita hatrick, menang tiga kali berturut-turut,” ucap Jon Ceper yang biasa jadi joki motor ini.
Penasaran dengan motornya, Bambang Winarko alias ‘Tablo’ mau buka-bukaan untuk motor yang diraciknya. Motor ini sendiri, biasa main di wilayah Jakarta Selatan untuk kelas piston 58 mm dengan klep standar.
Buat angkat performa motor sesuai ‘regulasi’, Tablo mengadopsi piston Honda GL-Pro Neo Tech oversize 150. Besar piston jadi pas 58 mm. Dikawinkan dengan stroke standar Mio yang 57,9 mm, membuat kapasitas mesin membengkak menjadi 152,8 cc. Dibulatkan menjadi 153 cc.
Klep masih menggunakan standar namun sudah sedikit dimodif. Tebal batang klep yang berada di dekat payung klep, dibuat lebih ramping 1 mm.
Tujuannya untuk meringankan kerja klep. Jadi, bisa teriak lagi di putaran atas. Karena rpm masih bisa naik lebih tinggi dengan bobot klep yang ringan. Selain itu, juga agar flow bahan bakar dan udara lebih besar masuk ke ruang bakar.
Di bagian head silinder, ikut dilakukan beberapa ubahan. Agar asupan bahan bakar semakin kaya, lubang isap dan buang dibesarkan. Lubang isap dibuat berukuran 21 mm, dan lubang buangnya dipatok 19,5 mm. Sudutsquish-nya ikut disesuaikan, menjadi 12 derajat.
Mengatur lamanya buka-tutup klep, durasi kem ikut disesuaikan. Kem in dibuat 276 derajat dan ex 273 derajat. Rincinya, klep isap dibuat membuka 41 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 55 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Sedangkan klep buang, membuka 52 derajat sebelum TMB, dan menutup 41 derajat setelah TMA.
“Karburatornya masih standar ting-ting, tidak direamer. Untuk trek 500 meter, biasanya pakai pilot jet 45, danmain jet 120. Tapi, disesuaikan sama suhu saat main juga,” sebut mekanik yang bengkelnya di Jl. Markisa Raya, Cinere, Depok, Jawa Barat.
Di bagian CVT, dilakukan ubahan pada derajat puli jadi 13 derajat. Kampas kopling ganda, pakai merek SPS. Sedangkan roller, pakai yang beratnya 8 gram rata. Lewat kombinasi ini, power atas bawah tetap terjaga.
"Untuk pengapian, magnet dan koil masih pakai part standar pabrik. Tetapi CDI diganti pakai punya Yamaha Mio keluaran pertama," tambah Tablo sembari bilang katanya kurva pengapiannya lebih cocok buat pacuannya itu.
Penasaran? (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : FDR Drax 50/90-17
Ban belakang : Mizzle 60/80-17
Knalpot  : Custom
Setang: SPS
BMSS: 0856-180-3020