Tambah Karbu PE 28, Power Satria F-150 Ada Peningkatan Cukup Signifikan

Dengan kondisi dipasangkan CDI, koil, dan knalpot racing, Satria F-150 catatkan power maksimal 15,1 hp/10.074 rpm, dan torsinya 12,1 Nm/8.000 rpm. Hasil ini didapat di atas mesin DynoMite buatan Amerika.
Nah, setelah tambah karbu PE 28 ini, Satria F-150 mendapatkan peningkatan power yang cukup signifikan. Peak power langsung melejit jadi 17,05 hp/ 11.278 rpm. Atau melonjak sebanyak 1,95 hp. Namun, torsi justru turun sebanyak 1,03 Nm jadi 11,97 Nm/ 8.427 rpm.
Grafik dyno menunjukan tenaga bisa dikail cepat
Mungkin pengaruh dari setingan spuyer yang belum tepat. Pasalnya, karbu PE 28 yang diaplikasi tersebut, langsung dijejali tanpa lakukan rejeting lagi.
“Spuyer bawaan karbu masih kebasahan,” tukas Freddy A. Gautama, bos Ultraspeed Racing di Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang punya mesin DynoMite. (www.motorplus-online.com)

Yamaha Crypton, Korek Harian

Asapi Lawan Berkali-kali



Kelas 58-an (piston 58 mm, red) dengan klep bebas, jadi andalan motor Yamaha Crypton garapan Irfan Fauzi. Ramuannya cukup simple, tapi bisa mengasapi lawan sampai berkali-kali. “Seingat saya motor ini cuma kalah lima kali,” buka Pi’eng, sapaan akrab si mekanik.
Sempat beberapa kali kecot (rusuh, red) perkara pengapian dianggap tidak standar. Pi’eng berani buka-bukaan. CDI standar yang nemplok pada rangka tengah motor ini sempat dipertaruhkan. Tetapi sang lawan malah pulang tanpa perlawanan.
Racikan bengkel 110 Performance sebenarnya hanya mencapai sekitar 145 cc. Hal ini didapat dari penghitungan volume silinder dengan bore 58,5 mm dan stroke 54 mm. Langkah piston segitu didapat setelah big end di kruk as digeser maju 2 mm.
Selanjutnya rasio kompresi dipatok 10,2 : 1 agar aman pakai Pertamax Plus.Tidak terlalu tinggi memang. Makanya motor ini agak lambat di tarikan bawah. Tapi atasnya cuy, melesat cepat hingga mencapai top speed.
Sebagai pengatur masuknya udara dan bahan bakar ke ruang bakar, pria berusia 26 tahun ini menjejalkan klep milik Bajaj Pulsar 180DTS-i dengan ukuran in 30 mm dan ex 26 mm. Kinerja klep dimaksimalkan dengan kem durasi 280. “Kalo detailnya masih rahasia, ukuran kem masih dalam tahap riset. Hehe..,” tuturnya malu.
Karburator sebagai penyuplai kabut bensin juga pegang peranan penting. Tapi, tanpa asupan udara yang pas, pembakaran tidak akan maksimal. Nah, karbu Kawasaki Ninja 150 RR berventuri 28 mm, dianggap mumpuni menggodok keduanya. Settingan spuyer menyesuaikan permintaan mesin. “Pilot jet dan main jet pakai ukuran 48/130,” jelasnya. tunner yang gerainya beralamat di Jl. Margasari Raya, Cimone, Tangerang.(www.motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan: Hydra 60/80-17
Ban Belakang: FDR Drax 50/90-17
Koil: YZ-125
Knalpot: RC3

Denny Triyugo Ngurus Speed Shop




Mengisi kekosongan jadwal balapan selama Ramadhan ini, Denny Triyugo Laksono, rider andalan Astra Motor Racing Team (ART) fokus ke bidang lain. Tapi, bidang ini masih ada kaitannya dengan balap. Denny mau fokus sementara ini ngurus speed shop.
“Sudah disiapkan di Probolinggo. Pas puasa dan enggak jadwal balap, saya mudik ke Probolinggo. Sekalian mau ngembangin usaha speed shop. Terutama produk-produk yang sudah menggunakan label saya, DT96,” kata Denny yang asli Probolinggo, Jatim. (www.motorplus-online.com)

Suzuki Satria F-150 2013 Malang

Modif Konstruksi dan Mesin Ikuti Gaya Balap Joki


Bikin motor untuk diadu di trek lurus sepanjang 201 meter, termasuk gampang-gampang susah. Atau, susah-susah gampang ya? Hehehe.... Tapi, hal itu yang dirasakan Mahmudi mekanik tim CMT Geovani asal Malang, Jawa Timur. Makanya, sang mekanik menyesuaikan ubahan Suzuki Satria F-150 ini dengan karakter sang joki, Arif Tijil buat tarung di kelas Bebek 4-tak 200 cc.
Tipikal riding Tijil sendiri, suka akan power diawal dan top speed yang mumpuni untuk melahap trek 201 meter. “Menyesuaikan gaya balapnya, ubahan utamanya ada di rasio kompresi mesin yang diubah jadi 13,8 : 1. Tujuannya, supaya tenaga yang dihasilkan menjadi besar sejak putaran bawah,” tutur mekanik berbadan besar ini.
Kompresi tinggi ini, dihasilkan dari piston standar yang diganti merek LHK diameter 72 mm. Lalu, dome piston dibuat jadi 1,5 mm dari bibir piston paling pinggir. Setelah itu, posisi piston dibuat mendem sebanyak 0,8 dari bibir silinder blok. Kini, isi silinder mesin pun jadi 198,5 cc.
Ruang bakar, ditemani klep Suzuki Thunder 125 yang punya diameter batang klep 4 mm. “Lalu, durasi kem diseting ulang agar bisa bermain di durasi 268 derajat buat in dan 266 derajat buat ex,” kata mekanik dari Jl. Raya Reyoso RT4/3 Bantur, Malang Selatan.
Cak Mut sapaan akrab Mahmudi, sengaja mengganti kampas kopling bawaan motor dengan kampas kopling milik Suzuki TS. “Kampasnya lebih mencengkram. Jadi, setiap perpindahan gigi pun power enggak banyak yang terbuang,” tambah mekanik asal Malang ini.
Melengkapi putaran bawah, magnet standar digantikan lempengan besi dengan bobot 450 gram. “Supaya torsi juga lebih bagus pakai magnet ini. Power akan terasa di kitiran mesin 9.000 - 12.000 rpm,” terangnya sembari bilang engine F-150 ini juga terus diriset. (www.motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan: Eat My Dust 50/90-17
Ban belakang: Eat My Dust 60/80-17
Karburator: Keihin PWK 35 mm
Knalpot: Custom

Modifikasi Yamaha Vega 2000 Solo,

 Andalkan Crank case X-1 Jeroan Mesin Vega



Pacuan andalan TDC Vreinz yang digeber Galih Dwi, cukup mengejutkan di TDR Racing International Drag Bike Championship 2014 beberapa waktu lalu di Tegal, Jawa Tengah. Berbekal Yamaha Vega keluaran 2000, joki asal Boyolali ini mampu mencatatkan waktu terbaik di kelas 130 cc.
“Best timenya 7,989 detik,” beber Galih. Otak dibalik melesatnya Vega ini adalah Mahendra Dwi Saputra. Mekanik asal Solo ini coba kawinkan crank case Yamaha X-1 dengan jeroan mesin Vega. Pertimbangannya, sudah pasti karena banyak kelebihan yang dimiliki.
“Kami pakai crank case X-1 karena sudah dilengkapi sistem pompa oli yang lebih baik dibanding Vega. Sehingga mesin bekerja lebih optimal,” beber Mahendra. Langkah ini dilakukan lantaran ia sadar betul bahwa fungsi pelumas bukan hanya melumasi. Tapi, juga sebagai pendingin dan pelapis komponen bergerak di dalam mesin.
“Soalnya, crank case X-1 dilengkapi dua saluran oli yang mengarah ke kepala silinder dan piston. Oli yang disemprotkan ke piston menjadikan suhu piston lebih terjaga. Sehingga mengurangi keausan akibat gesekan, serta pemuaian yang terlalu cepat akibat temperatur tinggi,” terangnya.
Tapi, biar mesin bisa berkitir tinggi, bobot piston dipangkas dengan melakukan pembubutan sebanyak 12,5 mm diukur dari pen piston. “Sedangkan untuk dome-nya, dilakukan pemapasan setebal 6 mm,” terang meknik yang mematok tekanan kompresi sebesar 15,2 psi.
Lanjut ke sistem pengapian, untuk mendapatkan api yang besar dan ketepatan saat pembakaran, menajemen pengapian diserahkan pada Rextor Pro Drag. “Limiter diset di 16.500 rpm,” beber mekanik yang memanfaatkan rotor magnet Vega yang telah dikurangi bobotnya.
Magnet yang ada di rotor dibuang dan dilakukan pembubutan untuk mencapai bobot rotor 500 gram. “Rotor yang telah berkurang bobotnya tersebut, dibikinin balancer seberat 300 gram biar mesin gak getar,” tambahnya.
Terakhir, penyuplai bahan bakar ditugaskan pada PWK 28. Bagian corongnya untuk masuk udara direamer tipis. Pemilihan pilot jet (pj) maupun main jet (mj) tergolong kecil, dipilih kombinasi 58/105 (pj/mj).(www.motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Pirelli 120/60-17
Piston: Daytona
Magnet: Vega
Knalpot: Creampie
Klep: KLX 250
Mekanik: Mahendra Dwi Saputra (081335956555)